Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

IGD Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan Madura Lockdown, Bupati Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir direspon tegas oleh Bupati Bangkalan selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Ahmad Faisol
Rapat Pesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan pada Kamis (20/5/2021) 

Teknis PTM yang akan diterapkan menggunakan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor urut absensi siswa.

Kapasitas kelas tidak melebihi 50 persen jumlah siswa. Untuk sekolah Paud, TK, dan SD tingkat rendah, kelas 1-3, makasimal hanya 3 jam pelajaran.

Sementara, SD kelas 4-6 dan SMP maksimal 6 pelajaran, istirahat selama 15 menit itu pun di dalam kelas.

Hari pertama pelaksanaan PTM, Senin (31/5/2021) tidak bisa dilakukan menyeluruh di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Bangkalan Madura Lockdown, Pemkot Surabaya Lakukan Penyekatan di Jembatan Suramadu

Itu setelah Disdik Kabupaten Bangkalan menerbitkan surat imbauan terkait penundaan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) khususnya di Kecamatan Arosbaya.

Dalam surat bernomor 421.3/1203/433.101/2021 tertanggal 30 Mei tentang Penanganan Covid-19 di Kecamatan Arosbaya menyebutkan, telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kecamatan Arosbaya.

"Khusus di Kecamatan Arosbaya pelaksanaan PTM ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan ini atas permintaan Tim Satgas Kecamatan kepada kami, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Arosbaya," ungkap Kepala Disdik Bambang Budi Mustika kepada Surya melalui sambungan seluer, Senin (31/5/2021).

Meningkatnya penyebaran Covid-19 kini bahkan menjalar ke tenaga kesehatan di Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD Syamrabu Bangkalan.

Hal itu direspon pihak rumah sakit dengan mengajukan penutupan sementara Ruang IGD Syamrabu Bangkalan melalui surat bernomor 445/3340/433.102.1/2021 tertanggal 5 Juni 2021 yang ditandatangani Dirut RSUD Syamrabu Bangkalan, dr H Nunuk Kristianti Sp Rad. 

Selain karena perkembagan kasus penyebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, khususnya di UOBK dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan kasus yang signifikan, permohonan lockdown IGD RSUD Syamrabu juga dikarenakan adanya tenaga kesehatan di RSUD Syamrabu Bangkalan yang terkonfirmasi dan meninggal dunia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved