Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Gawat! Puluhan Nakes di Bangkalan Terpapar Sampai Gugur, Perawat di Desa Sudah Takut Melayani Warga

kenaikan kasus signifikan terjadi minggu ke-22 (29 Mei 2021) yaitu 14 hari pasca Lebaran dengan jumlah kasus sebanyak 203 kasus.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Tim Satgas Penangana Covid-19 Propinsi Jatim secara mendadak menggelar Rapat Koordinasi di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (06/6/2021) terkait lonjakan signifikan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Lonjakan kasus positif Covid-19 yang diduga merupakan varian baru dari Afrika, membuat kondisi Bangkalan mencekam. Bahkan puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Arosbaya, kecamatan pertama yang kembali masuk zona merah, mengalami kelelahan, tertular dan ada yang sampai meninggal.

Kabar itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudyo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 Propinsi Jawa Timur yang digelar secara mendadak di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (06/6/2021).

Komandan Korem 084/BJ Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo selaku pimpinan rakor meminta Sudyo memaparkan kondisi terkini terkait perkembangan kasus Covid-19 di Bangkalan. Terutama lonjakan kasus di Kecamatan Arosbaya.

Yoyok, begitulah Sudyo akrab disapa, dengan nada bergetar memberikan pemaparan di hadapan Brigjen Herman, Kepala Dinkes Propinsi Jatim, Herlina Ferliana; dan Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni terkait kondisi para tenaga kesehatan di Puskesmas Arosbaya.

“Sejauh ini klaster keluarga mendominasi. Teman-teman nakes di Puskesmas Arosbaya itu jumlahnya sudah puluhan yang terpapar, mereka sampai kelelahan. Bahkan dilaporkan, salah seorang nakes kami ada yang gugur. Beliau adalah bidan senior, karena (terpapar) Covid-19,” jelas Sudyo.

Kondisi itulah yang memicu Dinkes Kabupaten Bangkalan akhirnya menerapkan kebijakan lockdown pada Puskesmas Arosbaya. Kebijakan lockdown diusulkan Yoyok kepada Bupati Bangkalan untuk Puskesmas Tongguh di Kecamatan Arosbaya, Puskesmas Klampis, Puskesmas Geger, Puskeemas Sepulu, dan Puskesmas Kota yang terjadi lonjakan luar biasa kasus Covid-19.

Yoyok memaparkan, ketersediaan nakes di Ruang Rawat Inap dan UGD Puskesmas Tongguh Kecamatan Arosbaya hanya menyisakan empat orang dan tidak mungkin untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Tenaga pelayanan hampir 50 persen sudah jatuh dalam keadaan sakit tetapi belum terpapar. Jangankan masyarakat umum, nakes kami saja kalau mau di-swab dalam keadaan sakit juga mikir. Akhirnya mereka lebih memilih melakukan isolasi mandiri,” papar Yoyok.

Ia kemudian mempertanyakan, apakah kebijakan lockdown akan menyelesaikan masalah. Pasalnya, problem yang terjadi di lapangan saat ini, para bidan dan perawat di desa sudah banyak yang menutup pintu karena ketakutan melayani masyarakat.

“Ini problematika di lapangan. Sesuai keputusan Bapak Bupati, pengalihan pelayanan khususnya pasien rawat jalan diarahkan ke pustu atau polindes di semua desa yang masih aktif. Sedangkan rawat inap dialihkan ke puskesmas terdekat, dan akan disesuaikan. Namun kalau memang tidak memungkinkan akan diarahkan ke RSUD Syamrabu Bangkalan,” pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved