Breaking News:

Berita Surabaya

Dicurhati soal Pernikahan Dini oleh Ibu-Ibu di Bondowoso, Begini Reaksi WK DPRD Jatim Anwar Sadad

Kaum ibu di Bondowoso menyampaikan curhatan perihal masih maraknya pernikahan dini kepada Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad

istimewa/dok pribadi
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad saat menjadi pemateri Dialog bertajuk 'Penguatan Perempuan sebagai Pendamping Anak dalam Upaya Mengurangi Angka Perkawinan Anak' yang digelar Pengurus Cabang Fatayat NU Bondowoso, Sabtu (5/6/2021). 

Berita Surabaya
Reporter: Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id, SURABAYA - Kaum ibu di Bondowoso menyampaikan curhatan perihal masih maraknya pernikahan dini di era sekarang.

Apalagi, di masa pandemi pernikahan dini disebut makin marak. 

Hal tersebut disampaikan saat Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad menjadi pemateri acara Halalbihalal dan Dialog bertajuk 'Penguatan Perempuan sebagai Pendamping Anak dalam Upaya Mengurangi Angka Perkawinan Anak' yang digelar Pengurus Cabang Fatayat NU Bondowoso, Sabtu (5/6/2021). 

"Regulasi mengatur bahwa usia minimal bagi perempuan untuk dinikahkan sudah diubah, semula 16 tahun menjadi 19 tahun," kata Sadad merespon curhatan yang ia terima dalam forum tersebut. 

Sadad menjelaskan secara regulasi, memang sudah diatur secara rinci.

Dalam UU tentang Perlindungan Anak telah diatur secara rigid hak serta kewajiban perlindungan anak. 

Apalagi ditambah Gubernur juga telah mengeluarkan SE sebagai bentuk pencegahan pernikahan usia anak.

Sekalipun demikian, kata Sadad, untuk memastikan regulasi berjalan optimal.

"Harus juga dibarengi dengan penegakan hukum," sambungnya. 

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved