Viral

Telanjur Viral di TikTok Potensi Tsunami Jatim di Trenggalek Capai 29 Meter, Ini Penjelasan BMKG

Warganet dihebohkan dengan informasi potensi tsunami Jatim di pantai Kabupaten Trenggalek yang tingginya mencapai 26-29 meter dari gempa 8,7 SR.

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Wisatawan berkunjung ke Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek setelah pemkab membuka belasan wahana wisata mulai Juli lalu. Telanjur viral di TikTok potensi tsunami Jatim di Trenggalek ketinggiannya mencapai 29 meter, BMKG memberi penjelasan. 

Hal itu dapat dilakukan dengan membuat sekolah lapang gempa, memasang sirine, memasang alat penerima informasi dan warning tsunami, dan memetakan bahaya tsunami.

Selain itu juga perlunya peta landaan tsunami, memasang rambu, membantu membuat jalur evakuasi dan rekomendasi-rekomendasi mitigasi lain yang tepat.

Hingga saat ini, BMKG telah memasang banyak alat sensor gempa di Jatim agar informasi dan peringatan bisa dengan cepat terdiseminasi sehingga nantinya bermanfaaat untuk keselamatan masyarakat pesisir.

“Hak penting adalah menyiapkan masyarakat siaga tsunami, jadi kita berikan penjelasan secara ilmiah dan mengedukasi masyarakat tentang hal-hal yang perlu dilakukan apabila terjadi bencana seperti tsunami.

Termasuk pemasangan dan pemeliharaan alat deteksi gempa, semuanya dalam kondisi baik dan ada anggaran pemeliharaannya,” tutupnya.

Pembukaan wisata saat ramai kabar potensi tsunami

Sementara itu, destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek kembali dibuka setelah sempat ditutup total selama haampir sebulan.

Pembukaan tempat wisata kali ini dilakukan ketika berita soal potensi tsunami di wilayah Jawa Timur, termasuk Trenggalek, ramai dibicarakan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek Sunyoto memprakirakan, isu potensi tsunami berpengaruh signifikan terhadap kunjungan ke tempat wisata.

Apalagi, destinasi andalan untuk menggaet para wisatawan ke Trenggalek adalah pantai.

"Sudah berapa kali ada isu potensi tsunami di Trenggalek. Dan setiap kali ramai soal isu tersebut, kunjungan ke tempat wisata pasti berpengaruh," kata Sunyoto, Sabtu (5/6/2021).

Ia mengingat, isu potensi tsunami sebelumnya terjadi pada akhir 2020.

Saat itu, santer kabar dan berita soal potensi tsunami di Trenggalek dan wilayah perairan selatan Jawa Timur lainnya.

"Waktu awal-awal kabar, pengaruhnya cukup signifikan. Tapi setelah beberapa pekan, pengunjung telah kembali normal," sambung dia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved