Viral

Telanjur Viral di TikTok Potensi Tsunami Jatim di Trenggalek Capai 29 Meter, Ini Penjelasan BMKG

Warganet dihebohkan dengan informasi potensi tsunami Jatim di pantai Kabupaten Trenggalek yang tingginya mencapai 26-29 meter dari gempa 8,7 SR.

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Wisatawan berkunjung ke Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek setelah pemkab membuka belasan wahana wisata mulai Juli lalu. Telanjur viral di TikTok potensi tsunami Jatim di Trenggalek ketinggiannya mencapai 29 meter, BMKG memberi penjelasan. 

"Netizen mungkin terlalu panik dan mengambil informasi tidak utuh," lanjut Daryono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/6/2021).

Daryono kembali menegaskan, bahwa tak ada satu pihak pun yang mengetahui kapan dan di mana terjadinya gempa dan tsunami tidak ada yang tahu.

Maka, terkait informasi tersebut BMKG berharap adanya respon mitigasi dari masyarakat dan bukan menimbulkan kepanikan.

"Masyarakat jangan panik, informasi potensi disiapkan untuk respons mitigasi bukan untuk menakuti masyarakat," ungkapnya.

Daryono kembali menjelaskan, apa yang disampaikan BMKG terkait potensi adanya gempa dan tsunami tersebut harus dicermati.

Artinya, penjelasan ilmiah itu menurutnya berbeda dengan prediksi, BMKG hanya menyebutkan adanya potensi terburuk di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.

BMKG menegaskan bahwa potensi dan prediksi adalah dua hal yang berbeda.

Potensi menerangkan adanya lokasi dan besaran ancaman bahaya, sedangkan prediksi berarti ada lokasi, besaran ancaman bahaya dan kapan akan terjadi sudah bisa ditentukan.

“Di sini BMKG tidak memberi info kapan. Bahkan kita tidak tahu kapan terjadinya. Harus dibedakan mana prediksi dan potensi,” jelas dia.

BMKG kembali mengingatkan, bahwa potensi bencana alam berarti itu bisa saja terjadi beberapa tahun ke depan, puluhan tahun hingga bahkan ratusan tahun ke depan.

Oleh karena itu BMKG mengimbau untuk menyiapkan mitigasi bencana kepada masyarakat agar tahu apa yang harus dilakukan saat potensi itu terjadi.

“Potensi itu sama untuk semua wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Lombok hingga Sumba, bukan Jatim saja. Di sini pentingnya edukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana,” ujarnya.

Mitigasi masyarakat

BMKG sendiri saat ini telah menyiapkan berbagai kebutuhan agar terbentuk masyarakat siaga tsunami.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved