Breaking News:

Berita Jember

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Jember Berkomitmen Perbaiki Pengelolaan Sampah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni menjadi titik pijak Pemkab Jember mengurusi sampah secara serius.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Bazar hasil daur ulang sampah di TPA Pakusari saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (5/6/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni menjadi titik pijak Pemkab Jember mengurusi sampah secara serius.

Sabtu (5/6/2021), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Jember bersama 35 komunitas lingkungan hidup di Kabupaten Jember memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mengkampanyekan gerakan 'Pulihkan Bumi Kita'.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari selama dua hari, mulai Jumat (4/6/2021) hingga Sabtu (5/6/2021).

'Pulihkan Bumi Kita' adalah gerakan serentak menghijaukan bumi Kabupaten Jember dan membersihkan lingkungan dari sampah.

Kepala DLH Jember, Eko Heru Sunarso mengatakan, sampai sekarang pengelolaan sampah masih menjadi persoalan serius di sektor lingkungan hidup di Jember. Apalagi, tidak semua sampah di Kabupaten Jember dikelola di TPA Pakusari.

Menurutnya, sampah se-Kabupaten Jember mencapai 800 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 180 ton sampah yang masuk ke TPA Sampah Pakusari. Sisanya, ditangani dengan berbagai macam cara, seperti dikelola mandiri, dikelola bank sampah, juga paling banyak dibuang secara liar dan tidak tertangani.

Dari pantauan SURYA.CO.ID, dibuang secara liar itu antara lain dibuang ke sungai, tepi sungai, juga tepi jalan. Sehingga di beberapa titik di tepi jalan, mendadak menjadi depo sampah liar dengan sampah yang menggunung, seperti terlihat di Jl Imam Bonjol, Kecamatan Kaliwates.

Karenanya, Eko Heru menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan fungsi transfer Depo, TPS dan TPA wilayah (kecamatan).

“Ada delapan TPA akan dioptimalkan agar masalah sampah ini bisa tertangani dan bersama komunitas bank sampah. Nanti ada pembagian tugas,” ujar Heru.

Dia juga mengupayakan TPA Pakusari ke depannya menjadi percontohan sekaligus wisata edukasi pengolahan sampah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved