Breaking News:

Berita Surabaya

Makam Peneleh Kota Surabaya Simpan Jenazah Pejabat Hindia Belanda Modern

Makam Peneleh saksi bisu kemewahan penjajahan yang dibuktikan dari ornamen-ornamen yang ada di pemakaman.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/wiwit purwanto
Makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda Pieter Merkus (berpagar hitam) jabatan setingkat presiden saat itu, juga ada di Makam Peneleh Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Salah satu bukti arkeologis peninggalan sejarah penting dalam perkembangan Kota Surabaya di perkampungan Peneleh adalah Makam Belanda Peneleh.

De Begraafplaats Soerabaia atau makam Belanda Peneleh adalah komplek pemakaman kolonial Belanda.

Pemakaman ini diresmikan 1 Desember 1847. Makam seluas 6,4 hektar ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi pejabat Hindia Belanda

“Makam ini bukti arkeologis tertua di Kota Surabaya, terutama masa kolonial. Menurut catatan terdapat 3.500 makam, tidak hanya Belanda tapi juga orang Asia,” kata Pemerhati Sejarah Kuncarsono Prasetyo, beberapa waktu lalu saat ditemui SURYA.co.id.

Banyak yang menarik di Makam Belanda Peneleh ini, salah satu bentuk yang mencolok adalah bentuk-bentuk nisan di pemakaman.

Makam Peneleh ini juga menjadi pemakaman modern di jamannya dengan konsep data dan terbagi beberapa klaster yang dibagi menurut pangkat, jabatan dan keluarga, menandakan tingkat diskriminasi sosial yang tinggi pada jaman kolonial.

“Makam ini menarik karena menyimpan cerita dari orang-orang yang dimakamkan di sini,” ujarnya.

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuaga Kunjungi SRG Jember yang Mangkrak Sejak Tahun 2017

Baca juga: Seluruh Destinasi Wisata di Kabupaten Trenggalek Dibuka Kembali Mulai 4 Juni 2021

Baca juga: Hamil di Luar Nikah, Alasan Ibu di Nglegok Kabupaten Blitar Tega Buang Bayi yang Baru Dilahirkan

Di komplek makam ini ada makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda Pieter Merkus jabatan setingkat presiden waktu itu dan makam Van Der Tuuk seorang ahli bahasa terkemuka.

“Bahasa Indonesia yang kita pakai dirancang Van Der Tuuk, dia seorang penerjemah,” kata Kuncar.

Selain itu ada banyak agama yang dimakamkan di sini, dari sisi budaya masing masing makam punya seni tersendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved