Breaking News:

Berita Kediri

Gunungan Hasil Bumi dan Foto Bung Karno Memeriahkan Kirab Pancasila di Wates Kediri

Beberapa kelompok komunitas menggelar kegiatan untuk menyambut Hari Lahir Tokoh Proklamator Bung Karno di Situs Persada Sukarno, di Desa Pojok.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Lambang negara, Garuda yang dikirab peserta di Situs Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (5/6/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Beberapa kelompok komunitas menggelar kegiatan untuk menyambut Hari Lahir Tokoh Proklamator Bung Karno di Situs Persada Sukarno, di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (5/6/2021).

Kegiatan menyambut hari kelahiran tokoh Proklamator diisi dengan doa bersama lintas agama, santunan anak yatim dan fakir miskin, sarasehan Jati diri bangsa, mocopat banjaran Bung Karno dan Kirab Pancasila Dasar Negara RI dan Gunungan tumpeng hasil bumi.

Kegiatan ini dimulai dengan kirab lambang negara Garuda Pancasila oleh peserta menyusuri jalan di sekitar Situs Persada Sukarno.

Selain itu juga ada Gunungan berisi sayur mayur, buah-buahan dan hasil polopendem. Lambang negara Burung Garuda dan foto Bung Karno dalam berbagai pose juga banyak dibawa peserta kirab.

Lukito Sudiarto, Ketua Panitia Harlah Bung Karno bersyukur kegiatan yang diselenggarakan mendapatkan respon positif masyarakat. Kesadaran warga Kediri terhadap Hari Lahir Bung Karno cukup menggembirakan.

"Semua guyup rukun bergotong royong berusaha mensukseskan peringatan hari lahir Bapak Bangsa kita,” ungkapnya.

Menurut Lukito, beberapa komunitas yang turut mendukung penuh kegiatan ini di antaranya Warga Mocopat Kediri-Blitar, Komunitas Oleng-Oleng, PCTA Indonesia Kediri, tokoh Lintas Agama, BTS 88 Sound System, Endess Audio, Ahmadiyyah Kediri, Syiah Kediri, Studio Musik Luki, Budayawan, Rapi Lokal 6 Kediri, RWW Rapi Wonojoyo Gurah, RSD Radio Sambung Dulur Wates, Hakim LC, Pojok Rejo dan lain-lain.

Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri mengatakan, dapat dimaklumi mengapa warga Kediri merasa dekat dengan Bung Karno, pasalnya memang Bung Karno adalah keturunan orang Kediri.

“Saat ditanya soal asal-usul Bung Karno mengatakan, Ibu saya dari Bali, Bapak saya dari Kediri. Sebagaimana dikatakan Bung Karno di dalam buku biografinya “Penyambung Lidah Rakyat,” ungkapnya.

Karena masih ada pertalian khusus (keturunan) inilah yang membuat sosok Bung Karno memiliki arti tersendiri bagi masyarakat di Kediri.

Diakuinya, belum banyak rakyat di seluruh Indonesia yang sadar bahwa Bapak Bangsa kita, Bung Karno ini keturunan Kediri. Dia berharap dengan Peringatan Hari Lahir kali ini dapat mendorong kesadaran itu.

“Semoga dengan acara ini makin banyak rakyat Indonesia yang sadar asal-usul Bung Karno. Karena hari ini kita juga perlu berfikir mendalam untuk bisa kembali ke jati diri. Ada sesuatu yang tersirat. Maka tema sarasehan Hari Lahir Bung Karno adalah 'Kediri, Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia',” jelasnya.

Acara Peringatan Hari Lahir Bung Karno Dilaksanakan dengan mematuhi standar protokal kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga panitia tidak mau gegabah dan tetap mengawasi berlakunya protokol kesehatan.

Untuk mengingatkan pengunjung yang hadir, dipasang beberapa banner bertuliskan Patuhi Protokol Kesehatan yang dipasang dibeberapa tempat. Panitia juga menyiapkan beberapa tempat agar tidak terjadi kerumunan.

“Sudah kami persiapkan dan semua sudah sepakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Mohon doa restu semoga selamat, sukses dan bermanfaat," harap Kushartono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved