Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Wagub Emil Dardak: Transaksi Misi Dagang Jatim di DKI Jakarta Tembus Rp 750 Miliar

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan update hasil Misi Dagang Jatim dengan DKI Jakarta yang tembus Rp 750 miliar.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat kegiatan Misi Dagang Jatim di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (3/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan update hasil Misi Dagang Jatim dengan DKI Jakarta yang tembus Rp 750 miliar. Hal itu menjadi capaian yang membanggakan dan menunjukkan bahwa terwujud perdagangan strategis antara Jatim dengan DKI Jakarta

"Alhamdulillah, transaksi yang tercapai dari Misi Dagang Jatim di Jakarta kemarin, kami terima datanya, mencapai Rp 750 miliar. Kemarin ada sebanyak 168 pelaku usaha dari Jatim dan DKI yang dipertemukan di acara misi dagang," kata pria yang akrab disapa Emil itu, Jumat (4/6/2021).

Jatim dan DKI Jakarta, dikatakan sebut Emil Dardak, merupakan dua provinsi raksasa ekonomi di Indonesia. Keduanya, memberikan kontribusi besar terhadap PDB Nasional.

Hal tersebut terlihat pada 2020, PDRB DKI Jakarta mencapai Rp 2.772,38 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 17,96 persen terhadap PDB nasional. Sedang PDRB Jatim, memberikan kontribusi sebesar 14,90 persen setara Rp 2.299,46 triliun secara nasional.

"Maka, jika digabungkan maka Jatim dan DKI Jakarta memberikan kontribusi sebesar 32.86 persen atau sepertiga dari PDB Nasional. Misi dagang dan investasi ini adalah bertemunya sepertiga ekonomi di seluruh Indonesia," terangnya.

Emil menyebut, selama ini, misi dagang antara Provinsi Jatim bersama Provinsi DKI Jakarta telah terlaksana sebanyak 4 kali dan digelar pada 2016, 2017, 2018 dan 2019 dengan mencatatkan nilai total transaksi sebesar Rp 3,699 Triliun.

"Saya berharap besarnya potensi dua provinsi yang menyumbang sepertiga ekonomi nasional ini mampu menjadi sinyal sekaligus katalis dalam pemulihan ekonomi nasional melalui kerjasama antara Jatim dengan DKI Jakarta," ujarnya.

Komoditas yang banyak terjual dari Jawa Timur ke DKI Jakarta dalam misi dagang ini adalah produk olahan ikan, beras, telur ayam, bibit, keramik, kopi, cabai, bawang merah, bawang putih, rempah, rokok, gula, olahan ikan, sayur, buah, hasil olahan buah, alat kesehatan, daging produk herbal dan bahan bangunan.

Sedangkan produk yang banyak dibutuhkan Jawa Timur dari DKI Jakarta berupa produk industri bahan kimia kendaraan bermotor sepatu Besi beton garmen biji plastik besi baja gulungan dan alat listrik.

Emil mengatakan, perdagangan antar pulau atau antar daerah sangat strategis perannya bagi Jawa Timur. Sebab perdagangan antar daerah atau Antar Provinsi Jawa Timur mampu mendongkrak neraca perdagangan Jawa Timur. Terutama di saat kondisi neraca perdagangan ekspor Jatim defisit sebanyak 16, 18 triliun di triwulan I tahun 2021.

Di mana neraca perdagangan antar daerah Jawa Timur triwulan I pada tahun 2021 surplus sebanyak Rp 50,74 triliun. Terlebih juga karena Provinsi Jawa Timur memiliki banyak surplus komoditas pertanian seperti beras telur ayam dan juga produk peternakan dan olahannya.

"Kami berharap bisa memasok lebih banyak kebutuhan masyarakat DKI Jakarta, dan lebih jauh bisa memperluas akses pasar para pelaku usaha kita dari Jawa Timur," tegas Emil Dardak.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved