Breaking News:

Surati Kapolda Jatim, Kuasa Hukum Linda Leo Minta Penyidikan Dihentikan

Salawati, pengacara Linda Leo mengirim surat kepada Kapolda Jatim dan meminta agar penyidik menghentikan penyidikan terhadap kliennya.

surabaya.tribunnews.com/firman rachmanudin
Linda Leo menunjukkan bukti tanda tangan yang dipalsukan oleh oknum 

SURYA.co.id | MALANG - Salawati, pengacara Linda Leo mengirim surat kepada Kapolda Jatim dan meminta agar penyidik menghentikan penyidikan terhadap kliennya.

Linda Leo adalah ibu rumah tangga asal Malang yang dilaporkan oleh mantan suaminya, Sugianto Setiono ke Polda Jatim atas dugaan pemalsuan keterangan.

Salawati mengatakan, selain karena kliennya tidak pernah mengetahui dan tidak pernah melihat surat yang dianggap berisi keterangan palsu mengenai status masih perawan, penyidik Polda Jatim yang memeriksanya pada 26 Januari 2021 juga seakan-akan terus menggiring kliennya pada pertanyaan yang bersifat menjerat.

"Klien saya seperti dipaksa dan diarahkan untuk menjawab seperti dalam BAP, seolah-olah klien saya memang melakukan tindakan tersebut," ujar Salawati yang baru bergabung menjadi kuasa hukum Linda Leo.

Setelah pemeriksaan itu, Linda Leo akhirnya langsung ditahan dan tak diberi kesempatan berimbang untuk mengajukan bukti-bukti dan menghadirkan saksi yang meringankan, atau ahli yang meringankan, bahkan sampai saat ini.

Salawati yang diberi surat kuasa khusus pada 27 April 2021 oleh Linda Leo, telah menyerahkan bukti surat kepada penyidik pada 28 April 2021. Surat itu menurut Salawati dapat memberikan perspektif baru bahwa perkara ini seharusnya tidak dapat diproses ke tahap penuntutan.

"Namun, sampai saat ini belum ada perkembangan bahwa bukti tersebut dipertimbangkan dan tidak dimasukkan dalam BAP tambahan maupun diberikan kesempatan menghadirkan saksi dan ahli yang meringankan," ujar Salawati.

Dia menambahkan, dalam aturan hukum acara pidana, penyidik dilarang mengajukan pertanyaan bersifat menjerat tersangka.

"Kami berharap dengan adanya bukti surat yang telah kami ajukan kepada penyidik tanggal 28 April 2021, penyidik dapat cermat dan hati-hati dalam memproses perkara ini dan melihat gambaran besar bahwa perkara ini seharusnya secara hukum tidak dapat ditingkatkan ke proses penuntutan. Laporan polisi atas perkara ini terlalu dipaksakan dan mengada-ada," sambungnya.

Dia mengatakan, surat yang isinya meminta agar dilakukan penghentian penyidikan, selain dikirimkan ke Kapolda Jatim, juga ditembuskan ke Kapolri, Irwasum Polri, Karo Wassidik Polri, Kadiv Propam Polri, Kajati Jatim, Aspidum Kajati Jatim, Ketua Kompolnas RI, Ketua Komnas HAM RI, Ketua Ombusdman RI, Wakapolda Jatim, Irwasda Polda Jatim, Kabid Propam Polda Jatim, Kabag Wassidik Polda Jatim, dan DIreskrimum Polda Jatim.

"Kami juga telah mengirimkan surat tersendiri ke Kejaksaan Tinggi dengan harapan agar Kejaksaan Tinggi memberikan petunjuk kepada penyidik untuk memeriksa klien saya secara berimbang," pungkasnya.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved