Breaking News:

Berita Surabaya

Fikes Unitomo Surabaya Gelar Rapid Antigen 200 Peserta KKN

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dr Soetomo Surabaya menggelar tes rapid antigen untuk peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
Istimewa/Unitomo Surabaya
Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat menjalani tes rapid antigen di Pusat Layanan Kesehatan Gedung H lantai 1 Unitomo, Surabaya, Jumat (4/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Dr Soetomo (LPPM Unitomo) Surabaya menggelar tes rapid antigen untuk peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Bertempat di Pusat Layanan Kesehatan Gedung H lantai 1 Unitomo, secara bertahap sebanyak 200 peserta KKN dilakukan tes rapid antigen.

“Tes ini kami lakukan sesuai arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sidoarjo, yang mana setiap peserta yang akan terjun ke lapangan wajib mengantongi hasil tes rapid antigen," ujar Fadjar Kurnia Hartati selaku Ketua LPPM kepada SURYA.CO.ID, Jumat (4/6/2021).

Fadjar juga mengimbau kepada seluruh peserta KKN untuk wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat selama dalam pelaksanaan KKN.

“Dari 600 mahasiswa peserta KKN, kami bagi menjadi 3 gelombang saat turun ke lapangan, dan itu pun masih kami bagi lagi menjadi kelompok-kelompok kecil, yakni 5 orang," terang Doktor Bidang Ketahanan Pangan ini.

"Ini kami lakukan untuk menghindari kerumunan saat di lapangan, sehingga protokol tetap terjaga secara ketat," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fikes, Arkha Rosyaria Badrus mengatakan, saat melaksanakan tes rapid antigen peserta KKN juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai jadwal dan pembagian gelombang yang diberikan oleh panitia KKN, kami juga memberikan jadwal tes Rapid Antigen sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

"Sehingga hasil tesnya bisa digunakan sebagaimana mestinya dalam menjalankan program KKN di lapangan," tambahnya.

Selain itu, Arkha juga menginformasikan batas penggunaan hasil rapid antigen bisa digunakan dalam kurun waktu 2 x 24 jam untuk antar kota di wilayah Jawa Timur.

“Jadi, mahasiswa kami jadwalkan melakukan tes rapid antigen di hari Jumat, mengingat peserta KKN menjalankan programnya di hari Sabtu dan Minggunya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved