Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Desa-desa di Pacitan, Trenggalek dan Pasuruan Mulai Alami Krisis Air Bersih, Terdampak Kekeringan

Setidaknya ada sebanyak 1.305 desa di Jatim yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih.

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Kekeringan di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek tahun 2019. Sebanyak 66 desa mengalami kekeringan saat itu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mulai datangnya musim kemarau berdampak kekeringan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Setidaknya ada sebanyak 1.305 desa di Jatim yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih.

Kapala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Sriyono menyatakan, sebanyak 1.305 desa yang berpotensi mengalami kekeringan itu ada di 23 kabupaten. Yang terdiri dari 699 desa dengan konfisi kering kritis, 407 desa kering langka, dan 199 desa kering terbatas.

Sebanyak 23 Kabupaten di Jatim yang berpotensi kekeringan di 2021 yaitu Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Lamongan, Lumajang. Kemudian Kabupaten Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek dan Tuban.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah daerah telah mengajukan bantuan air bersih pada BPBD Jatim guna mengatasi kekeringan. Total, saat ini sudah ada tiga kabupaten yang meminta drop air bersih, mereka adalah Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Pasuruan.

"Saat ini sudah ada tiga kabupaten yang bersurat ke kami meminta droping air bersih. Yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan. Sementara ini mereka masih pakai APBD kabupaten masing-masing untuk droping air bersih. Pemprov Jatim siap memback-up jika dibutuhkan," kata Sriyono, Jumat (4/6/2021).

Sedangkan untuk drop air bersih yang dilakukan oleh Pemprov Jatim, masih harus menunggu SK Gubernur untuk bencana kekeringan. Dengan bekal surat tersebut, maka kapanpun jika dibutuhkan, BPBD akan mampu untuk melakukan drop air bersih yang di butuhkan di daerah-daerah.

Pihaknya memastikan kesiapan anggaran terkait kekeringan, terutama droping air bersih. BPBD juga selalu menyiapkan kebutuhan air bersih, baik untuk minum maupun memasak. Sebab anggaran tersebut ada dan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan droping air bersih bagi Kabupaten yang mengajukan.

"Untuk itu, sebanyak 23 Kabupaten yang mengalami ini kita SK-kan. Atau nanti ada SK (Surat Keputusan) Gubernur tentang bencana kekeringan. Dengan SK itu kami bisa droping air ke daerah yang meminta bantuan air bersih," tegasnya.

Untuk droping air bersih, Sriyono mengaku sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan PDAM Kabupaten setempat. BPBD Jatim juga sudah menyiapkan kebutuhan peralatan lain guna mengantisipasi kekeringan.

Diantaranya seperti tandon untuk penampungan air. Sehingga droping air ini akan disimpan dalam bak penampungan air, dan masyarakat bisa mengambilnya.

Selain itu, BPBD Jatim juga telah menyiapkan jerigen untuk mengambil air dari tandon. Jika dengan tandon dirasa tidak cukup, pihaknya menyiapkan terpal yang dibentuk seperti tandon. Tujuannya untuk menampung air bersih hasil droping petugas.

"Mei sampai Juni masih memasuki pancaroba, alangkah baiknya kita siapkan bak penampung air hujan. Kalau bak penampung air hujan masih ada, tolong untuk dihemat supaya kebutuhan air tercukupi," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved