Breaking News:

Berita Bangkalan

RD Tumbang Diterjang Peluru, Hunus Belati Saat Disergap Polisi Bangkalan atas Kasus Penipuan ala COD

Korban awalnya menerima pesanan barang dari pelaku berinisial RD (33) dan sepakat bertemu sebelum melakukan pembayaran alias COD.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Tersangka penipuan dengan modus COD, RD (33), warga Desa Parseh, Kecamatan Parseh duduk di lantai saat pers rilis, Kamis (3/6/2021) setelah kedua kakinya ditembak karena melawan petugas dengan sebilah pisau 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan dibuat geram oleh ulah para pelaku penipuan berkedok pemesanan barang dengan sistem Cash On Delivery (COD) atau bayar di tempat. Bahkan polisi pun hingga menyamar sebagai petugas jasa pengiriman barang untuk membekuk pelaku penipuan tersebut.

Keputusan polisi melakukan penyamaran tidak lepas atas kasus penipuan yang menimpa SP (48), warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Sabtu (29/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban awalnya menerima pesanan barang dari pelaku berinisial RD (33) dan sepakat bertemu sebelum melakukan pembayaran alias COD.

Tetapi di tempat pertemuan, yaitu Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah Bangkalan, korban dibuat tidak berdaya ketika tiba di lokasi pengiriman, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah Bangkalan. Setelah bertemu RD, sepeda motor milik korban malah diminta paksa.

Saat merampas motor korban, RD mengajak temannya, MJB, sesama warga Desa Parseh, Kecamatan Socah. Tidak hanya itu, kedua pelaku juga menggondol mesin pemanas air milik SP.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursyo Dwiyugo mengungkapkan, dua hari setelah kejadian atau Senin (31/5/2021), korban kembali menerima order melalui WhatsApp (WA) dengan identitas pemesan dan barang yang dipesan sama, yakni mesin pemanas air.

“Namun lokasi pengiriman mesin pemanas berbeda, yakni di Desa Parseh. MJB kami tetapkan sebagai DPO,” ungkap Sigit dalam siaran pers Ungkap Kasus Satreskrim di Mapolres Bangkalan, Kamis (3/6/2021).

Merasa curiga, korban SP langsung menginformasikan kepada Satreskrim Polres Bangkalan bahwa pemesan pemanas air itu adalah pria yang dua hari lalu membawa kabur motor dan barang yang dipesannya. Polisi pun merespons dengan cara menyamar dan mendatangi lokasi yang disepakati untuk COD, lalu menunggu pelaku.

“Saat anggota kami tiba di lokasi titik pengiriman dan melakukan penangkapan, tersangka RD berusaha melawan petugas dengan senjata tajam (sajam) jenis pisau,” tegas Sigit.

Untuk membela diri, petugas terpaksa menembak RD tiga kali dan mengenai kaki pelaku itu. Peluru menembus pergelangan dan punggung depan kaki kanannya. Sedangkan satu peluru lainnya menembus pergelangan kaki kiri.

RD pun menjerit kesakitan dan seketika tumbang, sebelum kemudian diringkus polisi. Dan saat rilis, ia harus dihadirkan di atas kursi roda. Di hadapan penyidik, RD mengaku telah beraksi sebanyak empat kali.

Sigit menambahkan, RD dan kelompoknya sejatinya adalah para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Namun saat ini yang terungkap adalah kasus penipuan.

“Sesuai data (di UTM) telah terjadi tujuh kasus curas dan kami berhasil mengungkap satu kasus. Salah seorang pelaku adalah RD. Sebetulnya yang biasa dilakukan RD dan kelompoknya adalah curas,” imbuhnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, baju tersangka yang dikenali korban, dan STNK motor korban. “Hasil dari tindak penipuan itu dibelikan narkotika jenis sabu,” pungkas Sigit.

RD terancam kurungan pidana selama 5 tahun seperti yang tertuang dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved