Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Masifkan Pasok Kebutuhan Warga DKI Jakarta Lewat Misi Dagang

Hari Kamis (3/6/2021) ini, Pemprov Jatim menggelar misi dagang dan investasi di Hotel Bidakara, Jakarta.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat kegiatan Misi Dagang Jatim di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (3/6/2021). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus melebarkan sayap demi memajukan perdagangan antar daerah. Hari Kamis (3/6/2021) ini, Pemprov Jatim menggelar misi dagang dan investasi di Hotel Bidakara, Jakarta.

Kegiatan ini ditujukan untuk menggali potensi Jawa Timur untuk bisa memasok komoditas perdagangan dan investasi di Provinsi DKI Jakarta. Total ada 168 pelaku usaha yang di pertemukan dari Jawa Timur dan DKI Jakarta dalam kegiatan Misi Dagang kali ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga hadir langsung dalam kegiatan misi dagang ini, dan juga beserta Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Selain membangun konektivitas antara pelaku usaha, keduanya juga memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Jatim dan DKI Jakarta, sejumlah OPD dan juga pelaku usaha.

Total ada sebanyak 14 nota kesepahaman yang ditandatangani dalam kegiatan misi dagang dan investasi Jawa Timur DKI Jakarta hari ini.

"Kegiatan Misi Dagang Jatim di Jakarta ini sangat strategis. Karena Misi Dagang Jatim-DKI Jakarta ini sama halnya mendorong perdagangan di sepertiga ekonomi nasional," kata Emil Dardak dalam sambutannya.

Emil mengatakan, bahwa Misi Dagang Jatim dengan DKI Jakarta ini bukan kali pertama digelar. Namun sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu. Namun sempat vakum di tahun 2020.

Oleh sebab itu, Emil ingin agar misi dagang Jatim-DKI ini bisa dimulai kembali karena potensi perdagangannya yang begitu besar. Berdasarkan data total nilai transaksi misi dagang Provinsi Jawa Timur di Provinsi DKI Jakarta mulai tahun 2016 sampai tahun 2019 tercatat mencapai Rp 3,69 miliar.

Dengan komoditas yang banyak terjual dari Jawa Timur ke DKI Jakarta adalah produk olahan ikan, beras, telur ayam, bibit, keramik, kopi, cabai, bawang merah, bawang putih, rempah, rokok kretek, gula, sayur, buah, hasil olahan buah, alat kesehatan, daging, produk herbal dan bahan bangunan.

Sedangkan produk yang banyak dibutuhkan Jawa Timur dari DKI Jakarta berupa produk industri bahan kimia, kendaraan bermotor, sepatu, besi, beton, garmen, bijih plastik, besi baja gulungan dan alat listrik.

"Jika ditotal, nilai perdagangan antara dua provinsi yaitu Jawa Timur dan DKI Jakarta, mencapai Rp 118,6 triliun, itu data dari BPS Jawa Timur," tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan Emil, perdagangan antar pulau atau antar daerah sangat strategis perannya bagi Jawa Timur.

Sebab, perdagangan antar daerah atau antar Provinsi Jawa Timur mampu mendongkrak neraca perdagangan Jatim. Terutama di saat kondisi neraca perdagangan ekspor Jatim defisit sebanyak 16, 18 triliun di triwulan I tahun 2021.

Di mana neraca perdagangan antar daerah Jawa Timur triwulan I pada tahun 2021 surplus sebanyak Rp 50, 74 triliun. Terlebih juga karena Provinsi Jawa Timur memiliki banyak surplus komoditas pertanian seperti beras telur ayam dan juga produk peternakan dan olahannya.

"Kami berharap bisa memasok lebih banyak kebutuhan masyarakat DKI Jakarta, dan lebih jauh bisa memperluas akses pasar para pelaku usaha kita dari Jawa Timur," tegas Emil Dardak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved