Breaking News:

Berita Sidoarjo

Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Labrak KPU Sidoarjo, Ini Gara-garanya

Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, M Rifai mendatangi gedung KPU Sidoarjo, Kamis (3/6/2021).

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo M Rifai saat bertemu dengan Ketua KPU Sidoarjo M Iskak, di Kantor KPU Sidoarjo, Kamis (3/6/2021) 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, M Rifai mendatangi gedung KPU Sidoarjo, Kamis (3/6/2021). Rifai datang untuk mempertanyakan keabsahan proses dan dokumen terkait pencalonan H Basor menjadi anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Gerindra.

Sambil membawa surat petikan putusan pengadilan terkait perkara Basor, Rifai berbincang dengan Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak.

Mereka juga sempat beradu argumen terkait keabsahan proses pencalonan Basor yang sekarang duduk di Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut.

“Dokumen ini yang ada di Silon KPU Sidoarjo. Tapi halaman terakhir tidak ada. Padahal di halaman terakhir itu tertulis tanggal terbitnya, yakni setelah Pileg selesai. Ini kan aneh, bagaimana prosesnya di KPU,” kata Rifai.

Menanggapi itu, Iskak menjelaskan, bahwa proses pencalonan Basor dianggap sudah tuntas dan klir.

Sambil menunjukkan beberapa dokumen, Iskak menyebut, bahwa surat keterangan dari Pengadilan yang dipakai oleh Basor saat mencalonkan diri jadi anggota dewan menyebutkan bahwa yang bersangkutan pernah menjalani hukuman pidana.

“Karena surat dari pengadilan berbunyi demikian, kami juga minta kelengkapan dokumen lain. Yakni salinan putusan pengadilan, petikan putusan atau ikhtisar putusan. Dan dari dokumen ini, yang dilampirkan adalah ikhtisar putusan. Ini tertanggal 30 Juli 2019,” urai Iskak.

Hal itu disebut tidak membatalkan pencalonan, karena pidana yang dijalani bukan masuk kategori yang menggagalkan pencalonan.

“Yang menggagalkan pencalonan kan Kasus Korupsi, Bandar Narkoba, dan Asusila Terhadap Anak. Yang bersangkutan ini kasusnya narkoba, tapi bukan bandar,” jawab Iskak.

Dokumen lain yang ditunjukkan oleh dia adalah bukti iklan media massa dari Basor. Kemudian, Iskak juga menunjukkan hasil verifikasi bersama LO Partai dan Bawaslu terkait persyaratan pencalonan itu.

“Setiap tahapan juga kami sampaikan ke publik dan tidak pernah ada sanggahan atau sebagainya. Artinya, sejauh ini kami yakin bahwa ini tidak ada masalah. Silon terkait pencalonan itu juga yang dilampirkan iktisar pengadilan,” tandas Iskak.

Mendapat penjelasan itu, Rifai mengakui, bahwa apa yang disampaikan Iskak benar. Namun, dia masih mempertanyakan Silon KPU Sidoarjo terkait salinan putusan pengadilan tersebut. Apalagi di halaman terakhir tidak dicantumkan.

“Kami dapat data, bahwa dokumen ini yang meminta dari KPU. Nah, kok sekarang katanya dokumen ini tidak dibutuhkan karena sudah ada ikhtisar. Kemudian, dokumen ini juga yang ada di Silon, ini perlu diungkap,” kata Rifai.

Dari sana, Rifai juga berniat mendatangi Bawaslu Sidoarjo untuk menyampaikan temuannya tersebut. Bahkan, mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo itu juga berniat untuk mengadu ke aparat hukum terkat kejanggalan yang didapatinya tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved