Breaking News:

Awal Mula Terbongkarnya Kolega Prabowo di Gerindra Terlibat Pengadaan Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Inilah awal mula terbongkarnya kolega Prabowo Subianto di Partai Gerindra disebut terlibat dalam pengadaan alutsista sebesar Rp 1,7 kuadriliun.

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ilustrasi alutsista. Arhanud TNI AD melakukan uji coba alutsista di Lapangan Tembak AWR, Pandanwangi, Lumajang, Kamis (10/9/2020). Kolega Prabowo Subianto di PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) disebut terlibat dalam pengadaan alutsista TNI dengan nilai anggaran fantastis. 

SURYA.co.id | JAKARTA – Inilah awal mula terbongkarnya kolega Prabowo Subianto di Partai Gerindra disebut terlibat dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) sebesar Rp 1,7 kuadriliun.

Adapun kolega Prabowo yang akan menjadi rekanan tersebut Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam pengadaan alutsista tersebut bernaung di PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).

Prabowo sekaligus Ketua Partai Gerindra itu kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di bawah kepemimpian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, pihak PT TMI sendiri mengaku hingga saat ini belum mendapat kontrak apapun dari Kemenhan terkait pengadaan alutsista TNI. 

Bagaimana terbongkarnya kolega Prabowo disebut terlibat dalam pengadaan alutsista TNI? Rupanya, terungkap lewat identitas perusahaan yang menjadi rekanan Kemenhan.

Lockheed Martin/Jerusalem Post Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba.
Lockheed Martin/Jerusalem Post Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Kolase Foto: Dok/Kompas.com)

Perusahaan itu adalah PT TMI. Tiga dari komisaris PT TMI merupakan kader Partai Gerindra, bahkan Direktur PT TMI teman seangkatan Prabowo di Akademi Militer (Akmil).

Berdasarkan salinan akta perusahaan yang diterima Kompas.com (grup SURYA.co.id), PT TMI didirikan sebagai perusahaan swasta nasional pada 14 Agustus 2020.

Perusahaan ini berstatus perseroan tertutup.

Berdasarkan salinan akta tersebut disebutkan terdapat tiga direktur dan seorang komisaris PT TMI dengan status tidak memiliki saham.

Mereka adalah Prasetyo Hadi (komisaris), Satrio Dimas Aditya, Tony Setya Boedi Hoesodo, dan Wicaksono Aji.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved