Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Anies Baswedan Apresiasi Program Misi Dagang Jatim, Upaya Stabilkan Ekonomi DKI Jakarta dan Nasional

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi kegiatan Misi Dagang yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim di Hotel Bidakara, Jakarta.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka kegiatan Misi Dagang Jatim di Jakarta di Hotel Bidakara, Kamis (3/6/2021). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi kegiatan Misi Dagang yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, saling mempertemukan pelaku usaha DKI Jakarta dan Jatim, menjadi upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pasalnya, gejolak ekonomi di ibu kota membawa implikasi besar pada ekonomi nasional. Sehingga, stabilitas antara kebutuhan dan suplai di ibu kota dan menjaganya agar stabil harganya juga turut menjaga stabilitas ekonomi Indonesia secara makro.

Hal itu disampaikan Anies saat hadir dalam pembukaan Misi Dagang Jawa Timur dengan DKI Jakarta siang ini.

Ia berharap, hubungan perdagangan dua provinsi ini bisa terjalin terus. Karena, banyak kebutuhan warga Jakarta yang memang disuplai Jawa Timur.

"Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dari Jawa Timur dengan pelaku usaha dari Jakarta untuk bisa saling bertukar informasi, untuk bisa saling memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Jakarta," tegas Anies.

Bahkan, ada potensi bahwa pelaku usaha Jatim mampu memberikan suplai komoditas perdagangan untuk pasar yang lebih besar.

Terutama karena para pelaku usaha memiliki jejaring pasar yang bukan hanya di satu daerah, melainkan juga memungkinkan sampai luar negeri. Karena sebagaimana Jatim menjadi hub Indonesia Timur, DKI Jakarta juga menjadi hub perdagangan Indonesia kawasan Barat bahkan antar negara.

"Jakarta merupakan pasar yang cukup besar dan kami khususnya di DKI Jakarta memiliki kebutuhan pasokan pangan yang tinggi dari luar Jakarta. Jawa Timur adalah salah satu pendukung pemenuhan kebutuhan di Jakarta. Karena itu misi dagang pada hari ini adalah satu kegiatan yang sangat kami apresiasi," tandas Anies.

Ia optimistis, bahwa kerja sama perdagangan dan investasi antara Jatim dan DKI Jakarta akan menguat terutama setelah adanya penandatangan MoU yang dilakukan hari ini. Di mana ada total 14 penandatangan MoU yang dilakukan antara dua pemda dan MoU antar pelaku usaha dalam kegiatan Misi Dagang kali ini.

"Harapannya, warga Jakarta kebutuhannya bisa terpenuhi dengan baik. Baik artinya pasokannya ada, harganya sesuai dan stabil. Supaya rumah tangga-rumah tangga di Jakarta bisa menjalankan roda perekonomian rumah tangganya dengan baik," tegasnya.

Berdasarkan data, nilai transaksi misi dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi DKI Jakarta mulai tahun 2016 sampai tahun 2019 totalnya tercatat mencapai Rp 3,69 trilliun.

Dengan komoditas yang banyak terjual dari Jawa Timur ke DKI Jakarta adalah produk olahan ikan, beras, telur, ayam, bibit, keramik, kopi, cabai, bawang merah, bawang putih, rempah, rokok Kretek, gula, sayur, buah, hasil olahan buah, alat kesehatan, daging, produk herbal dan bahan bangunan.

Sedangkan produk yang banyak dibutuhkan Jawa Timur dari DKI Jakarta berupa produk industri bahan kimia, kendaraan bermotor, sepatu, Besi beton, garmen, biji plastik, besi, baja gulungan, dan alat listrik. Jika ditotal, nilai perdagangan antara dua provinsi yaitu Jawa Timur dan DKI Jakarta mencapai Rp 118,6 triliun.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved