Breaking News:

Resiko Besar, Muhammadiyah Sarankan Pemerintah Tak Berangkatkan Jemaah Haji di Tahun Ini

Meski hingga saat ini Indonesia belum mendapatkan kuota haji, Muhammadiyah menyarankan agar pemerintah tak memberangkatkan jemaah haji.

AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE
Jemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Hari Arafah yang merupakan puncak Ibadah Haji, Senin (20/8/2018) 

SURYA.co.id | JAKARTA - Meski hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mendapatkan kuota haji dari Arab Saudi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyarankan agar pemerintah tak memberangkatkan jemaah haji

Muhammadiyah menilai, resiko besar jika pemberangkatan haji tahun ini dilakukan. Pasalnya, bersamaan dengan panemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada Kompas.com (grup SURYA.co.id) pada Rabu (2/6/2021).

Meski tidak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi, menurut Mu'ti, pemerintah tidak melanggar syraiat Islam? Kok bisa?

Berikut penjelasan Abdul Mu'ti:

"Sebaiknya tahun ini pemerintah tidak memberangkatkan haji.

Risikonya sangat besar baik dari sisi kesehatan maupun penyelenggaraan," kata Abdul Mu'ti kepada Kompas.com (grup SURYA.co.id), .

Mu'ti menilai bahwa apabila pemerintah tidak menyelenggarakan ibadah haji, maka juga tidak melanggar syariat dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Sebab, ia mengacu kepada syariat Islam bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan apabila perjalanan dan pelaksanaan dinyatakan aman.

"Kemudian sesuai UU Haji, penyelenggaraan haji juga disyaratkan adanya jaminan keamanan, keselamatan dan ketertiban," kata dia.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved