Breaking News:

Pemprov Jatim

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran 2021, Khofifah Kumpulkan Kepala Daerah se-Jatim

Gubernur Khofifah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota se-Jatim bersama TNI dan Polri guna mengantisipasi lonjakan kasus covid pasca-Lebaran.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya, Wakapolda Jatim melakukan rakor pengendalian covid-19, Rabu (2/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan koordinasi dengan bupati dan wali kota se-Jatim bersama TNI dan Polri guna mengantisipasi lonjakan kasus dampak libur lebaran dan silaturahmi face to face. 

Pasalnya, prediksi dari Kemenkes menyebutkan bahwa dampak lonjakan kasus akan terjadi di pertengahan Juni hingga bulan Juli 2021.

Sehingga butuh ada antisipasi dan juga langkah preventif yang dilakukan guna mempersiapkan penanganan jika prediksi itu benar terjadi. 

Dalam rakor yang dikelar di Makodam V Brawijaya, Rabu (2/6/2021), Khofifah meminta Bupati Wali Kota untuk memantau pertambahan kasus harian.

Setiap daerah harus memastikan bahwa kondisi bed atau bed occupancy rate di layanan rujukan covid-19 dalam keadaan yang memadai dan jangan sampai terjadi overload. 

"Menkes telah memberikan wanti-wanti bahwa penambahan kasus dampak lebaran, akan masih terus naik sampai akhir Juni, bahkan bisa bisa sampai Juli.

Padahal kita juga merencanakan akan memulai pembelajaran tatap muka secara bertahap mulai 5 Juni 2020 sesuai dengan keputusan bersama empat menteri," terang Khofifah. 

Untuk itu, ia meminta pada semua daerah di Jarim, agar konsen di masing-masing wilayahnya. Setiap zonasi di kabupaten kota harus dalam kondisi terkendali. 

Ia meminta agar semua data baik perkembangan kasus, data kapasitas dan keterisian bed rumah sakit harus dilaporkan secara komprehensif. Setiap daerah diminta input data secara lengkap. Agar semua langkah juga terukur.

"Maka semua kepala daerah tolong dipantau perkembangan kasus. Kita terus melakukan pemantauan dan penggalian secara komprehensif. Kita mohon jangan pernah kasus dianggap melandai," tegas Khofifah. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved