Berita Surabaya
Tawuran Antar Geng Nyaris Pecah di Kapas Madya Surabaya, Ada Pemuda Ditangkap Bawa Pedang Samurai
Polisi di Surabaya mendapat informasi jika akan ada dua kelompok geng akan melakukan aksi tawuran.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi tawuran antar geng di Surabaya kembali eksis, setelah sempat meredup. Pecahnya geng All Star dan KP Jawara menjadi beberapa geng dengan nama baru membuat kelompok pemuda nakal itu sulit dimonitor keberadaanya.
Meski begitu, kepolisian tak tinggal diam dengan melakukan profiling terhadap para pelaku tawuran yang tak sedikit berujung pada korban luka hingga jiwa.
Polsek Tambaksari Surabaya misalnya, berhasil menangkap seorang pemuda setelah membubarkan paksa aksi tawuran dua kelompok geng di Kapas Madya Surabaya pada Minggu (30/5/2021) dini hari.
Ia adalah DAN (16), warga Jalan Rangkah Gang VII yang juga seorang siswa aktif salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Jalan Gembong itu diamankan bersama dua remaja lain.
"Tiga kami amankan. Duanya jadi saksi, sementara yang bawa sajam satu anak. Itu yang kami proses," ujar Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar, Selasa (1/6/2021).
Mulanya, polisi mendapat informasi jika akan ada dua kelompok geng akan melakukan aksi tawuran.
"Tersangka anak ini dari geng Official Brebet menantang geng FRT yang memang sudah lama bermusuhan. Anggota yang mendapat informasi segera melakukan penyelidikan di lokasi. Lalu kami temukan satu motor berboncengan tiga dan tersangka kedapatan bawa pedang Samurai ini," sambung Akhyar.
Beruntung, aksi tawuran itu berhasil dibubarkan polisi yang sigap mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat informasi warga.
Sementara DAN kini terpaksa mendekam ditahanan anak akibat perbuatannya dengan jeratan pasal 12/51 UU darurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kompol-m-akhyar-dan-pemuda-anggota-geng-dan-barang-bukti-pedang-samurai.jpg)