Selasa, 5 Mei 2026

Berita Ponorogo

Seperti Ini Evaluasi IDI Ponorogo Terkait Penanganan Covid-19 Saat Hari Raya Idul Fitri

Tes skrining Covid-19 di setiap pos pengamanan perbatasan untuk memantau pergerakan mobilisasi penduduk

Tayang:
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ilustrasi tenaga medis mengenakan baju APD saat pandemi covid-19 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ponorogo menilai pengetatan di perbatasan saat momentum Hari Raya Idul Fitri 2021 efektif untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Ponorogo

Salah satu tolok ukurnya adalah adanya tes skrining Covid-19 di setiap pos pengamanan perbatasan untuk memantau pergerakan mobilisasi penduduk dari luar kota menuju dalam kota.

"Dinas Kesehatan terlibat langsung di pos perbatasan baik untuk melakukan rapid test antigen maupun GeNose C19," kata Ketua IDI Ponorogo Aris Cahyono, Selasa (1/6/2021)

Selain skrining Covid-19, masyarakat yang tidak punya tujuan penting atau mendesak juga tidak diperbolehkan untuk masuk ke Kabupaten Ponorogo.

"Bisa dibilang cukup efektif untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19," lanjutnya.

Namun begitu, Aris tidak menampik angka Covid-19 di Bumi Reog masih mengalami kenaikan yang signifikan setelah Hari Raya Idul Fitri 2021.

Mulai dari Idul Fitri hingga saat ini, angka penambahan kasus Covid-19 di Ponorogo selalu menyentuh dua digit.

Misalnya saja pada tanggal 29-31 Mei 2021, penambahan kasus Covid-19 di Ponorogo secara berurutan adalah 18 kasus, 17 kasus, dan 17 kasus.

"Memang mobilisasi ini kalau dicegah 100 persen susah, karena tenaga juga terbatas baik dari TNI polri maupun Nakes," jelas Aris.

"Mungkin ada jalan tertentu yang akhirnya lolos sehingga ada mobilisasi dari luar kota yang membawa Covid-19 dan bisa menulari masyarakat Ponorogo," lanjutnya.

Untuk itulah jika tidak ada pembatasan di perbatasan, menurut Aris angka penularan Covid-19 bisa naik lebih banyak lagi.

Selain mobilisasi dari luar kota, momentum silaturahmi saat Idul Fitri, juga tak menutup kemungkinan menjadi media penularan saat masyarakat kurang hati-hati dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Bisa juga kegiatan masyarakat yang di luar keagamaan, entah itu mengumpul berkerumun itu tetap ada," kata Aris.

Namun begitu, menurut dokter spesialis kulit ini, metode tracing yang diterapkan Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo sudah cukup ketat.

"Semua kontak erat diperiksa harapannya bisa segera terdeteksi dan tidak menyebarkan virus nya kemana mana," jelas Aris.

"Sehingga tidak ada kasus yang terlewatkan terutama agar pasien tanpa gejala tidak ada yang berkeliaran," pungkasnya.

BACA BERITA PONOROGO LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved