Breaking News:

Jadwa Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal 31 Mei 2021, Boleh Baca Niat Siang Hari

Hari ini adalah jadwal puasa sunnah senin kamis (31/5/2021) di bulan Syawal. Bacaan niat puasa boleh dibaca pagi atau siang hari.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Pixabay
Ilustrasi - Niat Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal Boleh Pagi atau Siang Hari 

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.CO.ID - Hari ini, Senin (31/5/2021) bertepatan dengan 19 Syawal 1442 H, atau jadwal puasa sunnah Senin Kamis di Bulan Syawal.

Melaksanakan Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal bisa mendapatkan dua keutamaan sekaligus secara otomatis.

Di antaranya Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Keutamaan Puasa Syawal.

Apabila lupa membaca niat puasa Senin Kamis di Bulan Syawal, arau tiba-tiba ingin melaksanakan puasa boleh membaca niat puasa pada pagi atau siang hari.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Syawal Hari Ke-19, Senin 31 Mei 2021 untuk Surabaya dan Sekitarnya

Syarat utama membaca niat puasa sunnah pagi atau siang hari adalah tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, bersetubuh atau berhubungan suami istri, atau muntah dengan sengaja, merokok, haid/nifas, memasukkan benda ke dalam tubuh secara sengaja, mengeluarkan air mani secara sengaja dan murtad atau keluar dari Islam, merokok.

Batasan waktu membaca niat puasa sunnah terdapat dua pendapat. Pertama tidak boleh setelah pertengahan siang sebagaimana pendapat Abu Hanifah. Kedua boleh sebelum atau sesudah waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat) karena tidak disebutkan batasan dalam hal ini. Inilah al qoul jadid (pendapat terbaru) dari Imam Syafi’i dan jadi pegangan Imam Ahmad.

Hukum membaca puasa sunnah di pagi atau siang hari didasarkan pada hadist nabi:

“Dari Aisyah, ummul mukminin RA, ia bercerita, ‘Suatu hari Nabi Muhammad SAW menemuiku. Ia berkata, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu (yang dapat kumakan)?’ Kami jawab, ‘Tidak.’ ‘Kalau begitu aku puasa saja,’ kata Nabi. Tetapi pada hari lain, Rasul pernah menemui kami. Kami katakan kepadanya, ‘Ya rasul, kami memiliki hais, makanan terbuat dari kurma dan tepung, yang dihadiahkan oleh orang.’ ‘Perlihatkan kepadaku meski aku sejak pagi berpuasa,’ kata Nabi. Ia lalu memakannya,’” (HR Muslim).

Dijelaskan dalam hadist, awalnya Nabi Muhammad SAW tidak berniat puasa, namun karena dihadapkan pada kondisi keterbatasan, maka Nabi Muhammad memilih berpuasa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved