Breaking News:

Berita Sampang

Harga Masih Merosot, Target Produksi Garam Sampang Malah Digenjot

Adapun upaya yang akan dilakukan dengan memberikan bantuan hingga melakukan kegiatan integrasi lahan, pembinaan, dan semacamnya

Editor: Deddy Humana
surya/hanggara pratama
Aktifitas petani garam di Desa Seng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang Madura pada musim lalu. 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Semangat para petani garam di Madura, khususnya Sampang, sedang jatuh selama setahun terakhir akibat belum adanya harga jual yang layak dari pemerintah. Di tengah kelesuan itu, di tahun 2021 ini target produksi garam malah ditambah mengingat tahun lalu sempat mengalami penurunan produksi.

Penambahan target produksi garam tahun ini, merupakan pengulangan dari tahun lalu. Padahal di musim panas kali ini semangat petani garam di Kota Bahari dinilai kendor karena harga jual garam murah.

Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, Moh Mahfud mengatakan, saat ini semangat para petani garam di wilayah kerjanya mulai berkurang untuk memproduksi garam.

Faktornya adalah harga garam tidak stabil, di mana harga jual garam tidak sesuai dengan harga produksi sehingga banyak petani yakin bakal kembali mengalami kerugian. "Mungkin karena harga yang tidak layak, membuat semangat petani loyo," kata Mahfud, Minggu (30/5/2021).

Mengetahui hal itu, pihaknya harus berupaya mendorong kembali semangat para petani untuk memproduksi garam. Mengingat target produksi garam tahun ini meningkat dari sebelumnya yakni, 295.000 ton. "Karena bagaimana pun garam adalah kebutuhan nasional," ucapnya.

Adapun upaya yang akan dilakukan dengan memberikan bantuan hingga melakukan kegiatan integrasi lahan, pembinaan, dan semacamnya. "Kami juga akan upayakan ke pemerintah pusat agar petambak garam di Sampang diperhatikan," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data di Dinas Perikanan (Diskan) Sampang, pada 2018 target garam di Sampang sebesar 275.000 ton dan tercapai 344.000 ton. Pada 2019, dari target 285.000 ton tercapai 314.000 ton. Hanya pada 2020 lalu terjadi penurunan karena dari target 290.000 ton, yang tercapai baru 174.598 ton. HANGGARA PRATAMA
--

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved