Biodata Laksamana Yudo Margono yang Berpeluang Jadi Panglima TNI, 3 Kali Jabat Komandan Kapal Perang
Laksamana TNI Yudo Margono diprediksi berpeluang jadi Panglima TNI. Ia pernah 3 kali jadi komandan kapal perang. Ini profil dan biodatanya
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Berikut profil dan biodata Laksamana TNI Yudo Margono yang berpeluang jadi Panglima TNI.
Sosok Laksamana TNI Yudo Margono saat ini dikenal sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon memprediksi Laksamana TNI Yudo Margono berpeluang menjadi Panglima TNI.
Laksamana Yudo Margono merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut angkatan ke-XXXIII/tahun 1988.
Yudo menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) sejak 24 September 2019.

Baca juga: Biodata Marsekal Hadi yang Segera Lepas Jabatan Panglima TNI, Digantikan Jenderal Andika Perkasa?
Baca juga: Selain Jenderal Andika Perkasa, Laksamana Yudo dan Marsekal Fadjar Juga Berpeluang Jadi Panglima TNI
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I atau Kogabwilhan I adalah komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kogabwilhan I merupakan satuan baru yang langsung berada di bawah komando Panglima TNI.
Markas Kogabwilhan I berada di Jalan MT Haryono Km 3,5 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Pangkogabwilhan I mempunyai wilayah kerja yang mencakup daratan, laut dan udara.
Wilayah darat meliputi Pulau Sumatera, DKI, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Adapun wilayah laut mencakup perairan di sekitar Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Alur LAut Kepulauan Indonesia (ALKI-1) beserta perairan sekitarnya.
Kawasan udara mencakup wilayah di atas Sumatera, DKI jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.
Yudo juga sempat menjabat sebagai Panglima Komando Armada 1.
Laksamana Madya Yudo Margono lahir di Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965.