Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Kenaikan Kasus Covid-19 di Jawa Timur Pasca Lebaran Tidak Signifikan, Seperti Ini Datanya

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, per hari ini, tercatat ada sebanyak 1.678 kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Faraby. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua pekan setelah libur lebaran Idul Fitri, dampak perkembangan kasus covid-19 mulai bisa dianalisa. Di Jatim, setelah dua pekan libur lebaran, terdapat kenaikan kasus covid-19, akan tetapi kenaikannya tidak signifikan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Faraby, Jumat (28/5/2021).

Ia mengatakan, jika dilihat se Jawa Timur memang untuk kasus covid-19 di Jatim mengalami kenaikan, akan tetapi angkanya memang tidak signifikan.

"Memang awal lebaran tambahan kasus per-harinya 150-an. Sekarang pertambahan kasus baru nya mencapai 200-250 kasus per hari. Ada kenaikan tapi belum signifikan, kita harus tetap waspada jangan kendor, prokes harus ketat," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, per hari ini, tercatat ada sebanyak 1.678 kasus aktif covid-19 di Jatim. Dikatakan Jibril, semoga dampak libur lebaran tidak menambah kasus covid-19 Jatim yang signifikan. Sebab jika pertambahan bisa ditekan, maka mata rantai penularan juga bisa ditekan.

Hal serupa juga dipaparkan oleh Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Jumat (28/5/2021).

Ia menyampaikan, bahwa saat ini jumlah pasien yang dirawat di RS Lapangan Indrapura meningkat jika dibandingkan dengan awal lebaran.

"Sekarang yang dirawat di atas 76 pasien. Awal lebaran pasien hanya berkisar 30 orang. Memang ada kenaikan, tapi saya rasa belum signifikan," terang Nalendra.

Sebanyak 76 orang pasien covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Indrapura dikatakan Nalendra terdiri dari 37 pasien laki-laki dan 39 perempuan.

Menurutnya peningkatan yang terjadi tidak begitu signifikan, sehingga menurutnya patut untuk disyukuri.

Artinya, jika tidak ada kenaikan signifikan, masyarakat saat lebaran Idul Fitri 2021 lalu telah menerapkan protokol kesehatan dan menahan diri untuk tidak silaturahmi secara face to face.

"Memang ada kenaikan, tapi belum signifikan. Pasien covid-19 yang kami rawat di RSLI cenderung masih landai, khususnya jika dibandingkan dengan total kapasitas ruang rawatnya," tutur Nalendra.

Sebagaimana diketahui, bahwa kapasitas RSLl untuk menampung pasien covid-19 adalah sebanyak 450 bed. Sedangkan jumlah pasien yang dirawat saat ini sebanyak 76 atau hanya terisi sekitar 18 persen.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved