Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyak Inovasi, Banyuwangi Dipilih Jadi Lokasi Rakor Adminduk se-Jawa Timur

Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah rapat koordinasi se-Jawa Timur terkait peningkatan kesadaran warga untuk melengkapi administrasi kependudukan

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat membuka rapat koordinasi se-Jawa Timur terkait peningkatan kesadaran warga untuk melengkapi administrasi kependudukan, Kamis (27/5/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Program-program inovatif layanan administrasi kependudukan yang dirancang Banyuwangi mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Banyuwangi pun dipilih menjadi tuan rumah rapat koordinasi se-Jawa Timur terkait peningkatan kesadaran warga untuk melengkapi administrasi kependudukan.

Rakor bertajuk Kebijakan Penuntasan Cakupan Perekaman dan Pencetakan KTP Elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran se-Jawa Timur ini digelar selama dua hari, Kamis-Jumat (27 – 28 Mei 2021).

Rakor tersebut dibuka Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani pada Kamis (27/5/2021) malam dan diikuti kepala dinas kependudukan dan pejabat eselon III kabupaten/kota se-Jawa Timur yang membidangi urusan kependudukan. Acara digelar dengan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Andriyanto yang hadir secara virtual mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatan kesadaran warga untuk melengkapi dokumen kependudukannya.

Ada tiga unsur dokumen yang menjadi acuan pengukuran kinerja dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yaitu dokumen kepemilikan KTP elektronik, akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA).

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan proses kepemilikan dokumen kependudukan. Mulai dari geografis daerah hingga masih kurangnya kesadaran warga akan pentingnya tertib dokumen kependudukan.

“Untuk itu, perlu adanya terobosan baru, seperti pelayanan jemput bola dan penyederhaan prosedur,” ujarnya.

Andriyanto lalu menyebut sejumlah inovasi jemput yang dilakukan Banyuwangi yang mampu mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan warga. Seperti Smart Kampung, Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), dan Camping Embun (Camping Pelayanan Masyarakat Kebun).

“Kami gelar di Banyuwangi, karena banyak inovasi yang lahir di sini. Kami harap para peserta bisa saling sharing program dan pengalaman agar cakupan dokumen adminduk warga semakin luas,” kata dia.

Bupati Ipuk menyambut baik kehadiran para peserta se-Jatim.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved