Breaking News:

Daewoong Kembangkan Pengobatan Baru untuk Tangani Diabetes: SGLT-2 Inhibiotor

Pengobatan diabetes terbaru 'SGLT-2 Inhibitor' semakin mendapatkan perhatian industri karena mampu menurunkan kadar gula darah dengan baik.

Foto:Daewoong Phamaceutical 
Daewoong Phamaceutical kini mengembangkan pengobatan baru untuk menangani diabetes militus yakni SGLT-2 Inhibiotor. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Indonesia menempati peringkat keenam dengan sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi.

Pengobatan diabetes dengan harga yang terjangkau semakin dibutuhkan.

Pengobatan diabetes terbaru 'SGLT-2 Inhibitor' semakin mendapatkan perhatian industri karena mampu menurunkan kadar gula darah dengan baik.

Grup layanan kesehatan global Daewoong Phamaceutical sedang mengembangkan Enavogliflozin yang merupakan cara baru pengobatan diabetes.

Sengho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical mengatakan, pengobatan dan penanganan diabetes yang efektif dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah pasien diabetes.

"Kami akan memfokuskan kemampuan kami pada pengembangan obat terbaru dan terbaik di kelasnya untuk menyediakan pilihan pengobatan terbaik bagi penderita diabetes di seluruh dunia, termasuk Indonesia," kata Sengho, Rabu (26/5/2021).

Sebelumnya pada tanggal 6 April 2021, Daewoong Pharmaceutical mengadakan Daewoong Media Day untuk berbagi pengetahuan dan mengedukasi media dengan tema Pengobatan dan Pengendalian Diabetes yang Semakin Meningkat Pesat Selama New Normal.

Prof Dr Mardi Santoso selaku Ketua Persadia (Perhimpunan Diabetes Indonesia) Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok dan dokter endokrinologi sebagai pembicara dan membahas prevalensi, pengobatan dan pengendalian diabetes di Indonesia.

Hadir pula Product Manager Antidiabetics, Daewoong Pharmaceutical Korea yang membahas penemuan pengobatan diabetes terbaru dan kabar terkini terkait uji klinis SGLT-2 inhibitor baru yang saat ini sedang dilakukan oleh Daewoong Pharmaceutical.

Di tahun 2021 ini, insulin menginjak usia 100 tahun sejak pertama kalinya ditemukan untuk menangani diabetes.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved