Breaking News:

Berita Trenggalek

Dinkes Trenggalek Siapkan Rp 28 Miliar untuk Penanganan Covid-19 hingga Akhir Tahun 2021

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek menyiapkan anggaran Rp 28 miliar untuk penanganan Covid-19

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin
Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek Saeroni mengatakan, anggaran itu akan dipakai untuk operasional rumah sakit dalurat, asrama Covid (Ascov), insentif tenaga vaksinasi, dan penanganan Covid lainnya. 

Penulis: Aflahul Abidnin | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek menyiapkan anggaran Rp 28 miliar untuk penanganan Covid-19 hingga akhir tahun.

Dana itu didapat dari hasil pengalihan anggaran atau refocusing yang ditetapkan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek Saeroni mengatakan, anggaran itu akan dipakai untuk operasional rumah sakit dalurat, asrama Covid (Ascov), insentif tenaga vaksinasi, dan penanganan Covid lainnya.

“Untuk dana dari refocusing, pelaksanaannya masih dalam proses. Seperti untuk pengandaan, kami masih proses dari pelelangannya dan lainnya,” ujar Saeroni, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, kebutuhan anggaran paling tinggi adalah untuk operasional rumah sakit dalurat dan Ascov. Sekadar informasi, Kabupaten Trenggalek memiliki 4 rumah sakit dalurat dan 3 Ascov yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kebutuhan anggaran untuk RS dalurat dan Ascov sangat bergantung dengan jumlah pasien yang masuk. Kalau pasiennya sedikit, penyerapan anggarannya nanti juga sedikit. Juga sebaliknya,” sambungnya.

Ia mengatakan, Dinkes sebenarnya telah menganggarkan kebutuhan penanganan Covid-19 pada APBD induk 2021 yang dibahas akhir tahun sebelumnya.

Masalahnya, penganggaran saat itu memproyeksikan tren kasus Covid-19 yang menurun. Kenyataannya, Trenggalek sempat mengalami beberapa kali lonjakan kasus yang signifikan. Terutama pada awal tahun.

Ia berharap, tren Covid-19 di Trenggalek bisa segara menurun. Tingkat risiko penularannya juga diharapkan segara berganti dari zona oranye ke kuning.

“Kita ikuti saja, dengan upaya-upaya yang ada, pendisiplinan masyarakat, penanganan, pengetesan, pelacakan, dan vaksinasi. Kalau seluruhnya ini cakupannya semakin tinggi dan sesuai rencana, tren bisa terus menurun,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved