Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Beroperasi Penuh Tahun Ini, Gubernur Khofifah Optimis Pelabuhan Paciran Mampu Meningkatkan PAD

Gubernur Khofifah: Kekuatan Pelabuhan Paciran adalah pada kargo. Meskipun penumpangnya turun drastis, tapi muatan kargonya meningkat 400%

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau ke UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Lamongan di Jalan Raya Daendles, Paciran, Kabupaten Lamongan pada Minggu (23/5/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Untuk mengetahui secara dekat kondisi Pelabuhan Paciran selama pandemi Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkesempatan berkunjung ke UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Lamongan di Jalan Raya Daendles, Paciran, Kabupaten Lamongan pada Minggu (23/5/2021) sore.

Orang nomor satu di Jatim itu juga melihat secara dekat pelayanan Pelabuhan Paciran dalam mengangkut penumpang serta barang (kargo).

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono, Gubernur Khofifah pun menyempatkan diri melihat Terminal Transit Pelabuhan Paciran.

Setelah melihat kondisi di Pelabuhan Paciran, Gubernur Khofifah bersyukur bahwa ditengah turunnya penumpang di beberapa pelabuhan, jumlah pengiriman barang di Pelabuhan Paciran meningkat signifikan. Sehingga dapat mendukung dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat hampir 400 persen.

"Meskipun selama pandemi kami terapkan pengurangan penumpang hingga 50% dari kapasitas, penumpangnya memang menurunnya drastis. Nah kekuatan pelabuhan di sini adalah pada kargo. Meskipun penumpangnya turun drastis muatan kargonya meningkat 400%," kata Gubernur Khofifah saat meninjau bagian dalam KMP Gili Iyang di Pelabuhan Paciran.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, jumlah penumpang di Pelabuhan Paciran sebelum pandemi Tahun 2019 sebanyak 17.571 penumpang sedangkan setelah pandemi turun drastis dari Tahun 2020 hingga April 2021 sebanyak 9.079 orang.

Sebaliknya untuk angkutan barang naik dari Tahun 2019 sebanyak 21.500 ton dan Tahun 2020 – April 2021 mencapai 198.550 ton

Selain itu, Pelabuhan Paciran sendiri telah melayani Kapal Barang dengan beberapa komoditi. Antara lain, Limestone dengan tujuan Cilegon sebanyak 7.500 ton/bulan, Dolomithe dengan tujuan Palembang (Pupuk Sriwijaya) sebanyak 3.000 ton/bulan, dan Kalsium ke Kalimantan sebanyak 184 kontainer/bulan.

Dari layanan tersebut, kenaikan PAD pada 2019 mencapai Rp 250 juta. Sedang pada 2020 mencapai Rp 800 juta.

Oleh karena itu, seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Paciran pada 2021-2022, Gubernur Khofifah berharap adanya penambahan untuk terminal kargo.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved