Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Keliling Perkebunan, Hadirkan Layanan Kependudukan Sampai Ternak Sapi

Ipuk memaparkan, program Camping Embun tidak hanya melayani masalah kependudukan.

Foto Istimewa Humas Pemkab Banyuwangi
Program Camping Embun terbaru hadir di Perkebunan Kapuk kawasan Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, di ujung utara dan barat Banyuwangi, Jumat (21/5/2021) dan Sabtu (22/5/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi kembali menghadirkan program “Camping Embun” (Camping Pelayanan Masyarakat Kebun) untuk masyarakat kawasan perkebunan.

Tidak hanya melayani dokumen kependudukan, berbagai layanan lain dihadirkan untuk masyarakat perkebunan yang secara geografis cukup jauh dari pusat desa dan kecamatan.

Program ”Camping Embun” terbaru hadir di Perkebunan Kapuk kawasan Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, di ujung utara dan barat Banyuwangi.

Selama Jumat (21/5/2021) dan Sabtu (22/5/2021), tim pemerintah daerah melayani warga perkebunan, tepatnya di areal SDN 6 Alasbuluh, hingga larut malam.

"Kita sebut camping karena selama dua hari petugas menghabiskan kerjanya di tengah warga perkebunan. Kerja sampai dini hari, dan berlanjut esok harinya," ujar Bupati Ipuk, Sabtu (22/5/2021).

”Hadir di Perkebunan Kapuk Wongsorejo ini merupakan yang kedua. Sebelumnya di Perkebunan Kopi Malangsari. Setelah ini keliling lagi ke perkebunan lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Vaksinasi Bagi Lansia di Kota Kediri Telah Mencapai 59,10 Persen

Baca juga: Main Bareng Legenda Sepakbola Indonesia, Wartawan Sidoarjo Juara Trofeo Lebaran

Baca juga: Bus Pariwisata Asal Gresik Hendak ke Pantai Teluk Asmara Malang Diputar Balikkan Petugas

Baca juga: Tes Swab Antigen di Gerbang Suramadu, Sejumlah Pendatang di Kota Surabaya Reaktif

Program “Camping Embun” merupakan program jemput bola berbagai jenis pelayanan untuk masyarakat di kawasan perkebunan.

”Kami hadirkan layanan ini karena akses dari perkebunan ke kantor desa jauh, bisa satu jam. Sedangkan untuk mengakses layanan online, tidak semua warga punya smartphone. Makanya kami jemput bola, bahkan sampai camping,” ujar Ipuk.

Secara jumlah, papar Ipuk, warga yang tinggal di kawasan perkebunan tidak sebanyak warga di pusat desa atau pusat kecamatan.

Meski demikian, semua hak kependudukan warga harus dipenuhi.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved