Berita Surabaya
Dua Pekerja Migran Jatim Terpapar Varian Baru Covid-19, Ditangani Khusus di RS Lapangan Indrapura
Kedua pasien di RSLI yang terpapar covid varian baru itu adalah pekerja migran yang belum lama ini mudik dari luar negeri.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember dan Kabupaten Sampang terpapar covid-19 varian baru.
Satu di antara mereka sudah berhasil pulih dan dinyatakan sembuh.
Dia berhak dipulangkan ke daerah asal.
"Satu di antara mereka sudah bisa pulang. Dua kali dites covid, sudah negatif," kata Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama TNI dr IDG Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTVK, Jumat (21/5/2021).
Kedua pasien di RSLI yang terpapar covid varian baru itu adalah pekerja migran yang belum lama ini mudik dari luar negeri.
Teridentifikasi, warga Jember terjangkit virus B.117 strain UK (Inggris).
Sementara yang warga Sampang teridentifikasi varian B.1351 strain Afrika Selatan.
Nalendra meminta semua harus mewaspadai varian baru virus covid yang dibawa PMI.
"Mereka kami tangani khusus. Pasien PMI itu dirawat terpisah dengan pasien lokal. Terutama PMI Malaysia karena pandemi negara ini sudah mirip India," kata Nalendra.
Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 21 Mei: Naik 19, Wisata di Zona Merah & Oranye Tutup Saat PPKM Mikro
Baca juga: Berita Persebaya Populer Hari ini: Kata Aji Santoso Soal Turnamen Pramusim dan Kondisi Fisik Pemain
Semua pasien PMI itu saat ini terus dalam pengawasan ketat Balitbang Kesehatan Jatim.
Jangan sampai mereka membawa virus yang sudah bermutasi sehingga masalah menjadi kompleks.
Meski begitu, Nalendra meminta masyarakat tidak perlu panik dengan varian baru covid tersebut.
Semua harus lebih aware. Tidak perlu ketakutan. Ada gejala langsung dilakukan pemerikaaan medis
Jangan Euforia dulu dengan Vaksinasi. Yang diperlukan adalah pola hidup berdampingan virus.
Caranya dengan pola hidup sehat, olahraga, dan makanan sehat. Selalu mematuhi Prokes.
"Jangan pernah mengabaikan hal kecil. Ada gejala ringan segera kenali dan periksakan. Dengan penanganan dini kemungkinan sembuh bisa 99 persen," kata Nalendra, alumnus Unair.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabaya-laksamana-pertama-tni-dr-idg-nalendra-djaya-iswara-spb-spbtvk.jpg)