Berita Gresik

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Wisata Setigi di Ujungpangkah Kabupaten Gresik Tutup Dua Hari

Obyek wisata Selo Tirto Giri (Setigi) yang berada di Desa Sekapuk Ujungpangkah Kabupaten Gresik, tutup selama dua hari

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/wiwit purwanto
Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk Kecamatang Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Obyek wisata Selo Tirto Giri (Setigi) yang berada di Desa Sekapuk Ujungpangkah Kabupaten Gresik, tutup selama dua hari Rabu (19/5/2021) hingga Kamis (20/5/2021).

Abdul Halim, Kepala Desa Sekapuk yang sekaligus pengelolanya, menuturkan, penutupan kali ini sebagai bentuk dukungannya untuk memutus penyebaran covid-19.

Meskipun saat beroperasi tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dengan mencuci tangan, menjaga jarak hingga wajib menggunakan masker, pihaknya tetap memilih untuk tutup.

“Daripada timbul klaster baru, maka kami mendukung Pemerintah ketika kami diimbau untuk menutup tempat wisata ini selama dua hari. Meski dua hari ini adalah masa ‘panen’ bagi pengelola tempat wisata,” tegasnya, Jumat (21/5/2021).

Dikatakannya, kalau dibilang rugi, dia mengakui hal ini memang ada potensi yang hilang sekitar Rp 200 juta lebih selama dua hari ini.

Hal ini disampaikan kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat melakukan kunjungan ke lokasi tersebut.

Abdul Halim menerangkan, selama libur dua hari ini, seluruh karyawan Setigi melakukan kerja bakti pembersihan dan sterilisasi pada lokasi wisata tersebut.

“Kami mengerahkan seluruh karyawan untuk bersih-bersih. Selain itu karyawan juga memberikan sosialisasi kepada pengunjung yang terlanjur datang. Para pengunjung juga banyak yang kecewa, namun setelah diberi pengertian akhirnya mereka maklum,” tandas Abdul Halim.

Baca juga: Ingatkan Bahaya Covid-19, Satlantas Polres Trenggalek Gelar Teatrikal Sosialisasikan Prokes

Baca juga: Kota Kediri Target Juara Pertama Ajang Pekan Paralimpik Provinsi Jatim 2021

Baca juga: Waspada Varian Baru Covid-19, Warga Kabupaten Kediri Diimbau Tetap Taat Protokol Kesehatan

Saat beramah-tamah dengan Wakil Bupati, Abdul Halim meminta dukungan kepada Pemeritah Kabupaten Gresik, ada keinginan besar untuk mengembangkan lokasi wisata Setigi ini.

“Kami sudah mempersiapkan Agrowisata yang akan dinamakan Kebun Wisata pak Inggih. Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab kepada sejarah Kota Gresik sebagai kota bandar. Kami akan menghadirkan Kapal kargo di salah satu sudut lokasi wisata ini, ” katanya.

Menurut Abdul Halim yang juga mantan nahkoda kapal selama 12 tahun ini, kapal kargo lebih besar dan beberapa bagian bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Tempat ini nantinya akan dinamakan ‘Bukan Kapal Nuh’ (BKN).

“Kami juga merencanakan penginapan yang akan dibangun di BKN ini sehingga akan lebih eksklusif. Selama ini banyak pengunjung Setigi yang kesulitan mendapat penginapan di sekitar sini. Kami mohon dukungannya,” pintanya.

Wabup Gresik yang secara kebetulan mengunjungi Setigi setelah menghadiri pertemuan dengan tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan (TKSK) di dekat lokasi wisata Setigi tersebut mengatakan kagum dengan pemikiran kepala desa yang maju.

Bahkan Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini secara spontan menjuluki pengelola Setigi tersebut dengan sebutan Profesor Wisata.

“Kami yakin Bapak Abdul Halim mampu untuk melaksanakan rencana besar tentang pengembangan obyek wisata setigi ini. Kami siap membantu selama bantuan ini bisa kami laksanakan,” katanya.

BACA BERITA GRESIK LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved