Liputan Khusus

Kadisbudpar Sinarto Ungkap Soal Wisata di Jawa Timur Selama Masa Pandemi Covid-19

Wawancara eksklusif dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto terkait soal wisata di Jatim selama masa pandemi Covid-19

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto. 

Cuma sejauh mana saat kita nanti terus lakukan, wong desa wisata 479 desa, masuk pembukaan tempat-tempat wisata itu kan banyak.

Ya memang saya sampaikan ke Kepala Dinas Kabupaten/kota, hendaknya saling berikan laporan sejauh mana peningkatan daripada kemampuan pelaku wisata yang dibutuhkan. Karena memang wisata itu bisa memicu untuk yang namanya mengurangi pengangguran dan lain sebagainya, dan pergerakan ekonomi.

Jadi kami coba konsisten untuk komunikasi terus dengan teman-teman kabupaten kota. Dan kami lakukan maksimal. Paling tidak kita menuntaskan untuk upskilling itu.

Usulan Satgas Covid-19 Jatim agar pemprov dan pemda bisa dongkrak destinasi wisata karakter outdoor?

Jadi memang ketika kerumunan itu menjadi masalah besar, pergerakan Covid-19 sendiri, otomatis wisata outdoor menjadi salah satu pilihan yang bisa kita maksimalkan.

Makanya kalau Ibu Gubernur mencoba untuk dorong, desa wisata dikerjakan dengan baik, kalau tempat-tempat wisata alam itu dikatakan dengan baik, saya pikir itu salah satu pilihannya ke sana.

Jadi, banyak sekarang kabupaten kota itu memaksimalkan di situ. Outdoor menjadi satu pilihan ketika covid itu seperti ini.

Tinggal kami memaksimalkan upaya teman-teman kabupaten kota untuk melakukan kolaborasi saja. Kita mencoba mengkolaborasikan dengan arah pembangunan pariwisata di kawan-kawan kabupaten kota.

Supaya bisa kita jalankan dan setiap perencanaan itulah kabupaten kota Provinsi, dan pusat harus match

makanya ketika Musrenbang sudah di Provinsi sampai kabupaten kota. Nanti bisa kita sinergikan.

Iya kalau tidak ke sana. Enggak bisa. Filosofinya membangun pariwisata itu butuh 'Super Tim'. Apalagi Ketika Covid-19, maka ditambah tim dari kesehatan. kalau dulu sebelum ada Covid-19 itu kan seakan tim itu hanya mengarah pada kebutuhan-kebutuhan dan kebijakan fisik.

sekarang enggak. Non fisiknya luar biasa. Sehingga CHSE kesehatan ya dari kebersihan dari lingkungan menjadi satu persyaratan yang harus betul-betul dilakukan. Karena itu ketika fasilitas pariwisata sudah ada, kita dihadapkan kepada persaingan. Kalau dalam persaingan, ngomong masalah kesehatan, keselamatan dan lain sebagainya itu kita kalah, yo kita enggak bisa menggerakkan ekonomi, karena kalah dengan kompetitor gitu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved