Breaking News:

Berita Surabaya

Dua Warga Madura Diringkus Polisi, Ambil Paket Berisi Sabu yang Disimpan dalam Teko Asal Malaysia

Hasil penyidikan, keduanya diminta mengambil barang haram itu oleh M yang merupakan pemesan barang tersebut dengan iming-iming upah sebesar Rp 2 juta

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Petugas menunjukkan barang bukti sabu dan beberapa alat yang terkait dengan tindak pidana penyelundupan narkotika ke Madura. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Perak menemukan paket kiriman narkotika jenis sabu asal Malaysia.

Paket tersebut ditemukan petugas di sebuah gudang ekpedisi di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan nomor manifest barang KJ2103071764.

Paket sabu tersebut disembunyikan di dalam teko stainless oleh pengirim asal Malaysia usai dibungkus alumunium foil.

Berat total narkotika jenis sabu itu sebanyak 898 gram.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum menyebutkan, setelah mendapat informasi jika isi paket itu adalah narkotika jenis sabu, pihaknya melakukan penyelidikan dengan dibantu oleh petugas ekspedisi.

"Kami kemudian melakukan penyelidikan. Bersama dengan petugas ekspedisi, hingga paketan itu diambil oleh dua orang kurir yang kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Ganis, Kamis (20/5/2021).

Dua kurir itu adalah Muchtar Kusuma (41) warga Barat Dajah, Desa Kapong, Sampang Madura dan temannya Suroto (42) yang tinggal sekampung.

Mereka adalah buruh angkut dan nelayan di Sampang Madura.

Hasil penyidikan, keduanya diminta mengambil barang haram itu oleh M yang merupakan pemesan barang tersebut dengan iming-iming upah sebesar 2 juta rupiah.

"Barang itu dikirim oleh wanita berinisial MA asal Malaysia. Sesuai manifest pengiriman. Kemudian diterima oleh M yang juga wanita dalam manifest. Namun setelah kami interogasi kedua tersangka pengakuannya disuruh oleh M yang merupakan laki-laki," imbuhnya.

Dari pengakuannya,mereka baru sekali ini mengambil kiriman sabu atas perintah bosnya.

"Karena tergiur uang 2 juta rupiah. Mereka tahu kalau itu sabu," terang Ganis.

Selain itu, hasil tes urine kedua tersangka itu menunjukkan hasil positif methampetamine.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved