Breaking News:

Berita Lumajang

Sempat Geger, Tapi Kasus Kerumunan Battle Sound di Lumajang Selesai Tanpa Jerat Hukum

Tampaknya 37 orang pecinta sound system yang sebelumnya diperiksa polisi akibat menggelar konvoi di Jalur Lintas Selatan sudah bisa bernafas lega

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
Istimewa
Puluhan orang penyelenggara pawai sound system saat mulai diamankan di Polres Lumajang, Minggu malam (9/5/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Tampaknya 37 orang pecinta sound system yang sebelumnya diperiksa polisi akibat menggelar konvoi di Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah bisa bernafas lega.

Karena, meski mereka terbukti mengadakan battle sound system hingga menciptakan kerumunan, nyatanya tidak ada satu di antara mereka yang ditahan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Ia mengatakan, dalam pelanggaran tersebut pihaknya hanya memberikan sanksi administrasi berupa penilangan.

"Saya amati selama 1-5 hari dampak dari kerumunan belum menunjukkan angka pasien Covid naik. Sehingga belum kami upayakan tindakan hukum," kata Eka, Rabu (19/5/2021).

Meski demikian, Eka melanjutkan, pihaknya bukan sepenuhnya melepas para pelaku tersebut.

Pihaknya sewaktu-waktu bisa saja akan memproses secara hukum bila dalam waktu dekat angka Covid-19 kembali tinggi.

"Jika tiba-tiba penularan Covid-19 tinggi tentu upaya hukum akan kami pertimbangkan lagi. Apalagi kami juga sudah mengantongi identitas maupun nomer kendaraannya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (9/5/2021), Jalur Lintas Lumajang mendadak berubah menjadi lautan manusia.

Kerumunan tersebut dipicu karena ratusan komunitas pecinta sound system yang sedang melakukan konvoi sambil adu keras suara speaker. Atas kejadian itu, kepolisian setempat kemudian membubarkan kerumunan massa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved