Berita Lifestyle

Busana Etnik Kontemporer Ala Choirul Achmad dengan Jubah Panjang Ala Ratu Kerajaan

Potongan busananya terlihat elegan dengan kebaya press body berbahan brokat putih dan lilac, serta tile polos berwarna kulit.

Foto Istimewa Choirul Achmad
Model mengenakan busana rancangan desainer Choirul Achmad. Busana etnik kontemporer ini memadukan kebaya modifikasi dan jubah atau cape yang mewah. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Busana tradisional modifikasi kini semakin bervariasi.

Beragam potongan dan detail dikreasikan para desainer untuk menambah khazanah kebaya Indonesia.

Selain kasual, kebaya juga dirancang menjadi busana high fashion yang tampak mewah seperti rancangan desainer muda asal Surabaya Choirul Achmad

"Konsep yang diusung dalam busana ini yakni etnik kontemporer, di mana saya menghadirkan busana tradisional Indonesia yakni kebaya," ungkap Choirul kepada SURYA.CO.ID, Selasa (18/5/2021).

Desainer kelahiran 7 Mei 2000 ini terinspirasi dari seorang ratu kerajaan yang cantik dan elegan dengan jubah panjang.

"Dalam busana ini saya menggabungkan kebaya dan jubah atau cape yang berbahan dasar batik Pekalongan. Saya memasukkan unsur yang khas Indonesia," kata Choirul.

Potongan busananya terlihat elegan dengan kebaya press body berbahan brokat putih dan lilac, serta tile polos berwarna kulit.

"Lengan kanan dibuat berlengan panjang dengan ruffles brokat, sementara lengan kiri ada tambahan ruffles tulle," ia mengungkapkan.

Baca juga: Lansia Kabupaten Trenggalek Divaksin, Prioritaskan yang Tinggal di Daerah Kasus Covid-19 Tinggi

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Lumajang Dijaga Ketat

Sedangkan rok bawahannya berupa sepan lurus dengan sedikit ekor pada bagian bawah, juga terdapat belahan pada bagian tengah.

"Untuk rok kebaya, saya menggunakan kain batik cap Pekalongan dengan motif bunga ungu dan burung," terangnya.

Pada jubah atau cape, dirinya memilih potongan setengah lingkaran. Material yang digunakan juga batik Pekalongan.

"Untuk jubahnya, ada dua motif batik yakni bunga dan burung, menggunakan batik Pekalongan," Choirul menuturkan.

Menurut desainer 21 tahun ini, jubah atau cape menjadi point of interest dalam busana yang ia unggah melalui kanal Instagramnya, @bychoirul_achmad ini.

"Hal ini karena bentuknya yang begitu lebar dan panjang, ditambah warna yang mencolok," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved