Breaking News:

Travel

Tak Lengkap Administrasi, 104 Calon Penumpang KA Jarak Jauh Gagal Berangkat

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun telah melayani 4.263 pelanggan KA Jarak Jauh di mana rata-rata KAI melayani 355 pelanggan per hari.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/fikri firmansyah
Foto ilustrasi penumpang kereta api di masa pandei covid-19 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Selama periode 6-17 Mei 2021, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun telah melayani 4.263 pelanggan KA Jarak Jauh di mana rata-rata KAI melayani 355 pelanggan per hari.

Jumlah tersebut turun 69 persen dibanding jumlah pelanggan KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pra mudik, 22 April - 5 Mei, di mana KAI melayani rata-rata 1.134 pelanggan KA Jarak Jauh per hari.

Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KA Jarak Jauh bukan untuk kepentingan mudik.

Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya.

"Seluruh pelanggan kami telah dilakukan verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat," kata Ixfan, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Detik-detik Maling Tas Jamaah di Masjid Kabupaten Kediri Terekam CCTV, Videonya Viral di Medsos

Baca juga: Pengetatan Arus Balik di Perbatasan, Polisi Fokus Periksa Kendaraan Keluar Kabupaten Ponorogo

Baca juga: Info Mudik Surabaya: Aturan Pengetatan Perjalanan & Angkutan Umum Antar Provinsi Beroperasi Lagi

Selama periode 6-17 Mei 2021 terdapat total 104 calon penumpang yang ditolak berangkat dikarenakan berkas-berkas persyaratannya tidak sesuai.

Rinciannya, 90 orang tidak membawa surat izin perjalanan yang sesuai dan 14 orang tidak membawa berkas surat bebas Covid-19 yang berlaku.

Perjalanan KA Jarak Jauh pada masa peniadaan mudik dioperasikan untuk menyediakan konektivitas bagi orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Pada masa peniadaan mudik kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun terdapat 6 KA Jarak Jauh per hari. Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar, aman dan tertib, baik di stasiun maupun di kereta api," ujar Ixfan.

Sementara aturan naik KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pasca peniadaan mudik yaitu 18-24 Mei 2021, KAI kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh ke berbagai daerah.

Jumlahnya mencapai rata-rata 144 KA Jarak Jauh per hari dan tiketnya sudah dapat dipesan di aplikasi KAI Access, Web KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Sedangkan yang beroperasi melalui wilayah Daop 7 Madiun terdapat 14 KA, diantaranya KA Bima, Gajayana, Sritanjung, Kahuripan, Logawa, Ranggajati, Argo Wilis, KLB Pasundan, Wijayakusuma, Matarmaja, Gaya Baru Malam Selatan, Bangunkarta, Mutiara Timur dan Kertanegara.

Pelanggan KA Jarak Jauh tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan, namun masih harus melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam.

Untuk membantu melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp 85.000 di 42 stasiun dan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp 30.000 di 54 stasiun.

"KAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan selama masa peniadaan mudik. Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved