Breaking News:

Berita Blitar

Nekat Masuk Air Karena Pintar Berenang, Warga Mojokerto Akhirnya Megap-Megap Terseret Ombak

Dan baru beberapa menit, ia kemudian terseret dan tergulung ombak Panyai Tambakrejo yang memang terkenal ganas.

surya/imam taufiq
Pengunjung pantai Tambakrejo berhasil diselamatkan meski sempat tergulung ombak, Selasa (18/5/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Meski pandai berenang, kalau menghadapi keganasan alam di lautan maka tetap sangat beresiko. Itu dialami Abas (45), seorang wisatawan di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Selasa (18/5) siang.

Warga Dusun Kemantren, Desa Terusan, Kecamatan Gedek, Mojokerto itu nekad mandi di pantai yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. Mungkin merasa pandai berenang, Abas masih saja mandi di laut meski sudah ada larangan bermain di dalam air.

Dan baru beberapa menit, ia kemudian terseret dan tergulung ombak Panyai Tambakrejo yang memang terkenal ganas. Bahkan ia tergulung sampai beberapa meter, sehingga membuat pengunjung lainnya berteriak histeris.

Meski sudah muncul tenggelam dan banyak minum air namun akhirnya ia selamat setelah ditolong nelayan, dengan dilempar pelampung. Akhirnya sekitar 3 menit kemudian, nelayan berhasil membawanya ke tepi pantai.

"Meski hanya sebatas di pantai namun tak boleh bermain air apalagi mandi. Itu berbahaya karena ombaknya ganas," kata AKP Subondo, Kapolsek Wonotirto.

Abas tidak sendirian datang ke pantai itu melainkan ikut rombongan wisatawan yang naik dua bus. Sesampai di pantai, rombongan berpencar. Ada yang nongkrong di warung, ada yang jalan-jalan di tepi pantai. Namun korban malah mandi di tepi pantai.

Dan saat tubuhnya diombang-ambingkan ombak, Abas beruntung karena ada perahu nelayan melintas. Dua nelayan yaitu Mardani (41) dan Mingan (51), warga Desa Tambakrejo, terkejut melihat ada orang terseret ombak.

Dengan susah payah keduanya mengarahkan perahu untuk mendekati korban. Dan mereka pun melemparkan pelampung ke arah korban yang sudah terseret sejauh 50 meter dari bibir pantai. "Ia dilempar pelampung (dari ban sepeda bekas), lalu dibuat bertahan, hingga akhirnya korban selamat," ujarnya.

Subondo menjelaskan, korban selamat karena cepat ditolong nelayan, meski ia juga bisa berenang. Namun, itu bukan jaminan buat wisatawan. Sebab pernah ada pengunjung yang bisa berenang dan terseret ombak ternyata tidak selamat. "Makanya, jangan sampai pengunjung bermain air di tepi pantai. Itu berbahaya," tegasnya. ****

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved