Breaking News:

Berita Ngawi

Bocah Ngawi Tenggelam saat Mandi di Sungai, Jasadnya Ditemukan 100 Meter dari Lokasi Kejadian

Karena sungai begitu dalam, keduanya tak bisa mengangkat korban yang terus meluncur ke dasar sungai.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Ngawi
Personil BPBD dan SAR berhasil mengevakuasi jenazah Moch Riyanto (14) anak warga Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang tenggelam di Bengawan Madiun 

SURYA.CO.ID, NGAWI - Sungai besar Bengawan Madiun yang melintasi Kabupaten Ngawi dan bermuara di Bengawan Solo mengahanyutkan Moch Riyanto (14), warga Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Korban ditemukan meninggal dunia, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Anak pasangan Catur (40) dan Sumiati (45) itu tenggelam ketika mandi bersama dua teman sebayanya.

Tim gabungan BPBD, SAR, Koramil Kota Ngawi, dan Polsek ini melakukan pencarian sejak Senin (17/5/2021) pagi, dan jenazah baru ditemukan malam hari.

Idris, Ketua RT setempat menuturkan, korban dan dua rekannya diketahui mandi di sungai besar Bengawan Madiun, Minggu (16/5/2021) sore.

Seperti biasa, ketiganya sebelum mandi, bermain air dengan menceburkan diri di sungai besar itu secara bergantian.

Dari ketiga remaja, korban belum bisa berenang dibanding kedua temannya itu.

Begitu korban melompat ke air yang dalam, korban tenggelam.

Kedua temannya sempat memberikan pertolongan. Namun karena sungai begitu dalam, keduanya tak bisa mengangkat korban yang terus meluncur ke dasar sungai.

"Kedua teman korban ini kemudian mencari pertolongan ke kampung. Karena waktu keburu malam, warga putuskan melakukan pencarian pagi hari. Waktu itu kami sudah menghubungi BPBD dan aparat terkait," kata Idris.

Baca juga: Rincian Besaran Gaji ke-13 Pensiunan dan PNS yang Cair Bulan Depan, Berikut Tips untuk Mengaturnya

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Malam Ini: Chelsea vs Leicester, Man United, Man City dan Southampton

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Junaidi mengatakan, begitu menerima laporan, BPBD menyiapkan peralatan pencarian, seperti perahu karet dan oksigen untuk personil yang menyelam.

"Karena laporan malam, di sekitar TKP tenggelamnya korban gelap, kami putuskan pencarian pagi hari, bersama aparat setempat dan SAR,"ujar Idris.

Pencarian itu, lanjut Idris, dari pagi dan baru ditemukan, Senin (17/5)
menjelang malam.

Jenazah setelah berhasil di evakuasi dan dilakukan otopsi, untuk memastikan korban meninggal karena tenggelam, diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

BACA BERITA NGAWI LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved