Breaking News:

Sambung Kampung Jemur Wonosari Surabaya

Tak Mudik, Warga RW 4 Jemur Wonosari Surabaya Sibukkan Diri di Kebun Serpis

Larangan mudik pemerintah di masa pandemi tahun ini dimanfaatkan warga di RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya untuk tetap produktif.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Warga saat berkumpul di kebun selama Lebaran karena tidak mudik. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Larangan mudik pemerintah di masa pandemi tahun ini dimanfaatkan warga di RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya untuk tetap produktif di kebun Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) kelompok tani wanita Serpis.

Sejak pagi usai salat Ied, warga secara bergantian sudah sibuk merawat kebun agar tetap bisa tumbuh subur dan dipanen tepat waktu.

Hari-hari berikutnya setelah hari pertama lebaran, warga juga tetap rutin mengunjungi kebun.

Djuniarti, ketua KRPL kelompok tani wanita Serpis mengungkapkan momen di rumah saja menjadi kesempatan warga tetap aktifdi kegiatan lingkungan. 

Dengan menerapkan protokol kesehatan, biasanya anggota kelompok tani berkumpul untuk sekedar membersihkan kebun atau memanen bunga telang.

"Kalau panen sayur kmi seminggu sekali, tetapi kadang juga da yang beli sedikit ke kebun. Ini jdi rutinitas kami saat dayang ke kebun, melayani pembeli dan panen bunga telang untung dijdikan teh,"ujar wanita yang akrab dipanggil Yuni, Senin (17/5/2021).

Menurut Yuni, kesibukan di kebun setiap harinya membuat warga lupa akan kebiasaan pulang kampung selama lebaran. 

Apalagi dengan adanya larangan mudik, pastinya sempat terbesit kekecewaan karena tidak bisa berkumpul saudara jauh.

"Jadi karena tidak ke luar kota, piket harian kebun tetap jalan. Karen kami juga menerapkan panen bergikir, jadi stiap harinya ada tanaman yang siap panen,"lanjutnya.

Tak hanya ibu-ibu, para bapak juga kerap ikut serta membantu merawat kebun. Apalagi untuk pekerjaan berat yang kesulitan dilakukan para ibu.

"Bapak-bapak juga ikut merawat kebun, selama lebaran banyak yang kumpul juga di kebun. Tanoa bapak-bapak pastinya sulit menjalankan kebun. Seperti angkat pupuk, masang instalasi butuh bapak-bapak,"paparnya.

Layaknya lebaran di rumah, warga juga bergantian membawa makanan dan kue kering dari rumahnya untuk dinikmati bersama di gazebo kebun. 

Idayani, warga kampung mengungkapkan ia juga memilih tidak mudik karena keluarga berada di luar pulau jawa. Sehingga ia setiap harinya sibuk mengurus kebun Serpis.

"Jam 04.30 biasanya saya ke kebun matikan lampu karena rumah saya dekat. Kemudian ersih-bersih dan ambil bunga telang sampai setengah tujuh.Kemudian dilanjut warga lain meneruskan mengurus bunga telang dan melayani pembeli dan anggota,"ujar Ida.

Keguyuban warga kampung saat berada di kebun menurut Ida bisa menjadi obat rindu kampung halaman. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved