Breaking News:

Vaksinasi di Tulungagung

Tak Ada Vaksin Astra Zeneca CTMAV547, Vakinasi di Tulungagung Jalan Terus

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara peredaran dan penggunaan vaksin Astra Zeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.

Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
surya.co.id/david yohanes
Vaksinasi drive thru dilakukan Dinkes Tulungagung bersama RS Bhayangkara. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara peredaran dan penggunaan vaksin Astra Zeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.

Kebijakan ini diambil setelah muncul Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) dalamketegori serius.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memastikan, batch vaksin seperti yang dimaksud BPOM tidak ada di Tulungagung.

“Warga Tulungagung tidak perlu khawatir, batch itu tidak tersedia di Tulungagung,” terang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Tulungagung, Didik Eka.

Didik mengatakan, vaksinasi di Tulungagung terus berjalan dan tidak terpengaruh kebijakan BPOM itu.

Didik mengakui, ada gejala KIPI yang muncul akibat suntikan vaksin ini.

Namun semua masih dalam tahap ringan dan bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

“Gejalanya mirip waktu anak kita disuntik DPT. Panas dan pegal di pundak selama dua hari, lalu sembuh,” ungkap Didik.

Untuk mengatasi gejala KIPI itu, Dinkes memberikan paracetamol pada mereka yang telah divaksin.

Pengiriman terakhir, Dinkes Tulungagung mendapatkan 38.000 dosis vaksin.

Saat ini vaksin tinggal tersisa 15.000 dosis, sisanya sudah disuntikkan.

“Target kami minggu ini selesai. Sasarannya untuk kelompok lansia, pekerja yang melayani banyak orang seperti penjaga toko,” sambung Didik.

Sedangkan untuk pengiriman berikutnya di awal Juni 2021, Dinkes akan mendapatkan lagi vaksin jenis Sinovac.

Vaksin ini yang lebih dulu diterimakan di awal vaksinasi massal di Tulungagung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved