Breaking News:

Liputan Khusus

Pakar Ekonomi Unair : Jangan Dahulukan Emosional saat Ada Larangan Mudik Lebaran 2021

Larangan mudik ini untuk mengendalikan penularan Virus Corona, tentunya mengaca pada kejadian di India.

Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sugiharto
Petugas gabungan memandu pengendara kendaraan untuk putar balik di pos penyekatan Bundaran Waru Surabaya saat Larangan Mudik Lebaran 2021 berlangsung, Jumat (14/5/2021). 

News Analysis
Dr Wasiaturrahma SE MSi
Pakar Ekonomi
Universitas Airlangga Surabaya

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Larangan mudik ini untuk mengendalikan penularan Virus Corona, tentunya mengaca pada kejadian di India.

Kenapa melonjak seperti itu, karena lalai merasa bahwa corona sudah mulai turun, lalu juga ada yang sudah vaksin, lalu melakukan ritual keagamaan.

Mereka itu luar biasa euforianya, memiliki suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri, lupa kalau ada virus.

Memang Lebaran ini suatu momen budaya orang Indonesia yang juga nanti bisa mengakibatkan fatal. Karena lupa, kumpul-kumpul.

Belum tentu dia dari mana, lalu pulang ke daerahnya itu membawa risiko. Istilahnya membuat klaster baru.

Sebenarnya menurut hemat saya. Justru kalau itu mengendalikan covid-19, itu malah menyelamatkan perekonomian.

Kalau kita mengumbar, atau memberikan peluang kepada masyarakat untuk mudik, kalau terjadi kasus seperti India, malah semakin ambruk perekonomian kita.

Intinya, kita dalam jangka pendek berpikiran untuk jangka panjang, dalam jangka pendek mengendalikan dulu. Tapi efek positifnya jangka panjang. 

Jadi perekonomian itu akan pulih saat pandemi berakhir.

Halaman
12
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved