Breaking News:

Lifestyle

Mural Serentak 2021 di 15 Kota: "Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja"

Menggunakan strategi offline to online dalam pelaksanaan Mural Serentak, Xgo berharap dapat memberikan warna baru street art Indonesia.

surya.co.id/sugiharto
Mural Serentak 2021 bertema "Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja". 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mural Serentak menjadi sebuah gerakan movement solidaritas  digagas oleh Serikat Mural
Surabaya.

Gerakan kolektif street art ini selalu dilaksanakan setiap tahun serentak di seluruh kota di Indonesia.

Tahun ini menjadi yang kedua gerakan mural serentak diselenggarakan dengan tema "Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja" dan diikuti lebih dari 15 kota di Indonesia.

Kegiatan ini mendapat respons serta antusias yang sangat baik dari semua pelaku seniman jalanan dan anak-anak muda di beberapa kota.

Seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Kediri, Denpasar, Jogja, Tangerang, Cilacap, Jakarta, Bandung, Lombok, Makassar dan Padang yang diorganisir secara kelompok ataupun individu.

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo mengatakan seluruh partisipan diharuskan membuat karya street art-nya (mural jalanan, graffiti, seni poster, stencil art, sticker art) di dinding  jalanan di kotanya masing-masing.

"Partisipan (street artist) di tiap-tiap kota akan mengangkat isue-isue dan permasalahan yang ada di kota/tempat/daerahnya masing-masing," ujar Xgo kepada SURYA.co.id, Senin (17/5/2021).

Menggunakan strategi offline to online dalam pelaksanaan Mural Serentak, Xgo berharap dapat memberikan warna baru street art Indonesia sebagai kultur seni jalanan anak muda yang selalu bersuara melalui media street art atau seni jalanan yang bisa dilihat dan dinikmati masyarakat di ruang publik.

Karya hasil Mural Serentak di posting di sosial media masing-masing personal atau kelompok yang terlibat dengan tagar yang sama #muralserentak #serikatmuralsurabaya #streetartmelawan.

Serikat Mural Surabaya (SMS) kali ini turut serta bersuara melalui seni jalanan mural khas SMS dengan membawa sub-tema tentang carut marut penanganan vaksin.

Tak hanya itu lewat gambar mural yang tergambar di kawasan Ngagel Wonokromo Surabaya, SMS juga menyampaikan pesan kepedulian terhadap anak anak untuk generasi mendatang.

"Mural ini menjadi sebuah bentuk penggambaran perlawanan petani dan warga adat terhadap kerusakan lingkungan dan alam di Indonesia yang diakibatkan tambang, industri dan korporasi," terangnya.

"Sampai tentang polemik KPK dan Stop perang & kekerasan dunia, kami juga ingin sampaikan kepada masyarakat," tutupnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved