Breaking News:

Berita Tuban

Istri Kerja di Kalimantan, Suaminya malah Selingkuhi Janda Tuban, Disanksi Rp 20 Juta dan Diusir

Sudah tiga bulan warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban memergoki pasangan bukan suami istri diduga kerap memadu kasih di rumah.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Iksan Fauzi
moodboard
Ilustrasi selingkuh janda Tuban dengan pria yang ditinggal istrinya kerja di Kalimantan. 

SURYA.co.id | TUBAN - Sudah tiga bulan warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban memergoki pasangan bukan suami istri diduga kerap memadu kasih di rumah. 

Puncaknya, pada Minggu (16/5/2021) malam, aksi dugaan perselingkuhan itu dipergoki warga. Mereka langsung menyeret pasangan tersbeut ke balai desa.

Warga pun meminta mereka diusir dari desa. Sebenarnya, atas dugaan perselingkuhan tersebut, mediasi sudah dilakukan, dan mereka dikenai sanksi membayar Rp 20 juta.

Namun, warga tetap menolak keputusan itu, Ujung-ujungnya, warga merusak balai desa saat mediasi dilakukan lagi, Senin (17/5/2021).

Dugaan kasus perselingkuhan itu dilakukan pria Tuban berinisial S (56) dan E (49). Keduanya merupakan warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang.

Suasana kantor Desa Ngimbang, Kecamatan Palang Kabupaten Tuban yang dirusak warga, Minggu (16/5/2021) malam
Suasana kantor Desa Ngimbang, Kecamatan Palang Kabupaten Tuban yang dirusak warga, Minggu (16/5/2021) malam (surya.co.id/m sudarsono)

Dari data yang dihimpun, usut punya usut kasus dugaan perselingkuhan itu sudah terjadi beberapa bulan terakhir hingga membuat warga resah.

Istri S sedang kerja di Kalimantan. Sedangkan E sudah tidak memiliki suami lagi alias janda.

"Perselingkuhan sudah sekitar tiga bulan, warga yang tidak terima hasil mediasi lalu merusak kantor desa," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Adhi Makayasa dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Dari pengembangan informasi, aksi keduanya kerap dilakukan di rumah perempuan yang sudah tidak lagi bersuami.

Sedangkan S juga sudah beristri namun bekerja di Kalimantan.

Diduga akibat kasus ini, pernikahan S dan istrinya berada diujung tanduk.

"E sudah tidak punya suami sedangkan S istrinya kerja di Kalimantan," ungkap Adhi.

Meski begitu, dalam kasus ini pihaknya hanya melakukan antisipasi agar tidak terjadi gejolak sosial.

Sedangkan untuk penanganan dugaan kasus perzinahan juga tidak memenuhi unsur.

Mengenai penanganan kerusakan Balai Desa, ia menunggu adanya pelaporan dari pihak yang merasa dirugikan.

"Kita lebih ke penanganan agar tidak terjadi gejolak konflik sosial, saat ini pasangan S dan E yang kita amankan telah kita serahkan ke kades untuk diproses bagaimana baiknya," pungkasnya.

Warga rusak balai desa

Sebelumnya diberitakan, Kantor Balai Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, terlihat berantakan setelah dirusak warga setempat, Minggu (16/5/2021), tengah malam.

Berdasarkan kronologi, pengerusakan kantor desa itu dipicu adanya dugaan kasus perzinahan yang dilakukan S (56) dan E (49), warga setempat.

Pasangan bukan suami istri itupun dimediasi kepala desa dan perangkat.

Namun sekitar 100 orang warga yang sudah kumpul di depan Balai Desa mengira, S dan E tertangkap basah diduga selingkuh di dalam rumah.

Warga minta pasnagan selingkuh diusir dari desa

Kepala Desa menjelaskan, bahwa keduanya sanggup membayar denda Rp 20 juta.

Namun warga tetap tidak terima dan warga meminta supaya pelaku diusir dari desa.

Warga yang tidak terima dengan penjelasan kades itupun langsung meluapkan kemarahan.

Mereka melempari balai desa dan merusak pagar, lemari, kursi dan monitor komputer.

Kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dugaan perselingkuhan ke Mapolres.

Polisi juga meredam kemarahan warga dengan cara menenangkan suasana. Meski begitu tidak ada korban jiwa atau luka dalam kasus tersebut.

Ikuti berita Tuban lainnya di SURYA.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved