Breaking News:

Liputan Khusus

Asrama Haji Siapkan 480 Bed Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran

Sugianto berharap, masyarakat lebih cerdas memaknai setiap kebijakan dari pemerintah terutama mengenai aturan larangan mudik.

Editor: Titis Jati Permata
Humas Pemprov Jatim
Proses tes swab PCR PMI yang datang untuk dikarantina di Asrama Haji Surabaya oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Asrama Haji Surabaya. 

Ketua Relawan Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) Radian Jadid mengatakan, TKI yang dirawat di (RSLI) antara lain berasal dari Malaysia 62 orang,  Belanda (2), Jepang (1), Hongkong (1), Brunei Darussalam (3), serta Singapura 3 orang. Rata rata mereka berusia 25 sampai 65 tahun.

"Kabarnya TKI dari Timur Tengah akan masuk itu juga yang harus kami waspadai," tuturnya.

Setibanya di Tanah Air, kata Radian Jadid, para Pekerja Migran Indonesia Jatim terlebih dahulu dikarantina di Rumah Sakit Asrama Haji.

Mereka kemudian mengikuti swab test PCR. Jika hasilnya negatif, harus isolasi mandiri selama 5 hari.

"Kalau hasilnya positif, langsung dilarikan ke RSLI untuk menjalani perawatan 14 hari," terangnya.

Libur Panjang

Momen libur panjang cenderung menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Jatim.

Juru Bicara dan Staf Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, empat kali momen liburan sebelumnya menyebabkan kasus Covid-19 di Jatim pernah melonjak 200 persen.

“Artinya, memang sangat terlihat sekali. Hubungan antara peningkatan mobilitas dengan peningkatan kasus,” katanya, Rabu (12/5/2021).

Larangan mudik yang sedemikian ketat itu, ungkap Makhyan Jibril, dimaksudkan guna mengantisipasi agar kasus ledakan kasus di Covid-19 di Negara India, tidak terjadi di Indonesia.

Gelombang kedatangan PMI, ungkap Makhyan, patut ditengarai menjadi pintu masuk Covid-19 varian baru.

Apalagi sejak April gelombang kedatangan PMI yang masa kontrak kerjanya telah habis, mulai berdatangan.

Hingga Jumat (14/5/2021) tercatat sedikitnya 8.188 orang PMI telah tiba di Jatim, dan 76 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.
Diperkirakan gelombang kedatangan meraka akan berlangsung secara berkala hingga Juli 2021.

“Apabila misalnya hal-hal seperti itu mungkin sudah ada di masyarakat, terus habis itu ada mobilitas yang naik, maka otomatis mutasi itu akan jauh lebih cepat menyebar. Itu yang enggak kita inginkan terjadi. Sehingga kita selalu menghambat dari kasus-kasus yang potensi,” pungkasnya. (Febrianto Ramadani/Luhur Pambudi)

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved