Breaking News:

Liputan Khusus

Asrama Haji Siapkan 480 Bed Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran

Sugianto berharap, masyarakat lebih cerdas memaknai setiap kebijakan dari pemerintah terutama mengenai aturan larangan mudik.

Editor: Titis Jati Permata
Humas Pemprov Jatim
Proses tes swab PCR PMI yang datang untuk dikarantina di Asrama Haji Surabaya oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Asrama Haji Surabaya. 

Kebanyakan dari mereka masih dikategorikan berusia muda, tidak memiliki riwayat penyakit lain yang berkomorbid, dan cenderung tidak menunjukkan kondisi gejala klinis apa pun, atau lazim disebut orang tanpa gejala (OTG).

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan tempat dan fasilitas karantina mandiri di 154 kelurahan bagi pemudik yang masih nekat datang ke kampung halaman.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh camat untuk menginventarisir fasilitas tempat karantina mandiri pemudik. 

Seperti Balai RW, kelurahan, atau kecamatan, penginapan maupun kos-kosan.

Hal itu sudah dilakukannya dua pekan menjelang masa peniadaan mudik.
Tujuannya, memaksimalkan penerapan kebijakan larangan mudik yang berlaku kurun waktu 12 hari, sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021).

"Itu masih bagian dari Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H dan upaya pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 H," ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Selama berlakunya aturan tersebut, pihak kelurahan wajib memfasilitasi warganya yang membutuhkan dokumentasi administrasi berupa surat izin calon pelaku perjalanan sesuai dengan SE No 13 Tahun 2021 dan Adendum Surat No 13 Tahun 2021.

Kemudian, pihak kelurahan melalui koordinasi dengan struktur RT dan RW untuk memastikan bahwa setiap orang yang datang memiliki surat izin perjalanan dari daerah asal, selama berlakunya larangan mudik.

Bagi para pemudik yang baru tiba di Kota Surabaya wajib melakukan karantina mandiri kurun waktu lima hari, di tempat-tempat yang telah disediakan oleh pihak kelurahan.

Pemudik diwajibkan melakukan tahapan testing, berupa swab test di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di tempatnya masing-masing sesuai dengan alamat kartu tanda penduduk (KTP).

Halaman
1234
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved