Liputan Khusus

Asrama Haji Siapkan 480 Bed Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran

Sugianto berharap, masyarakat lebih cerdas memaknai setiap kebijakan dari pemerintah terutama mengenai aturan larangan mudik.

Humas Pemprov Jatim
Proses tes swab PCR PMI yang datang untuk dikarantina di Asrama Haji Surabaya oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Asrama Haji Surabaya. 

Hal itu sudah dilakukannya dua pekan menjelang masa peniadaan mudik.
Tujuannya, memaksimalkan penerapan kebijakan larangan mudik yang berlaku kurun waktu 12 hari, sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021).

"Itu masih bagian dari Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H dan upaya pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 H," ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Selama berlakunya aturan tersebut, pihak kelurahan wajib memfasilitasi warganya yang membutuhkan dokumentasi administrasi berupa surat izin calon pelaku perjalanan sesuai dengan SE No 13 Tahun 2021 dan Adendum Surat No 13 Tahun 2021.

Kemudian, pihak kelurahan melalui koordinasi dengan struktur RT dan RW untuk memastikan bahwa setiap orang yang datang memiliki surat izin perjalanan dari daerah asal, selama berlakunya larangan mudik.

Bagi para pemudik yang baru tiba di Kota Surabaya wajib melakukan karantina mandiri kurun waktu lima hari, di tempat-tempat yang telah disediakan oleh pihak kelurahan.

Pemudik diwajibkan melakukan tahapan testing, berupa swab test di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di tempatnya masing-masing sesuai dengan alamat kartu tanda penduduk (KTP).

"Sedangkan kalau warga luar Kota Surabaya diminta untuk kembali ke daerah asal," tuturnya.

Penanganan TKI

Sementara itu Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau lazim disebut TKI telah menjalani karantina di tiga gedung Asrama Haji ada 6.689 orang.
Jumlah tersebut bisa bertambah pada beberapa hari ke depan.

Mengingat jumlah PMI asal Jatim sekitar 14 ribu orang, dan akan terus berdatangan hingga Juli 2021.

Belasan ribu PMI dipulangkan oleh negara-negara tempat mereka bekerja, karena masa kontraknya telah habis.

Sugianto mengatakan, proses karantina terhadap PMI yang diupayakan Pemprov Jatim tersebut bersifat antisipatif terhadap potensi lonjakan kasus, serta penularan Covid-19 varian jenis baru yang belakangan telah muncul di sejumlah negara.

Para PMI itu harus menjalani masa karantina yang berlangsung kurun waktu lima hari.

Dua hari masa karantina dilakukan oleh kewenangan Pemprov Jatim, di Asrama Haji Surabaya dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) sebagai rujukan penanganan terhadap PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved