Breaking News:

Berita Surabaya

Amphuri Sebut Larangan Umrah dan Haji Bukan Hanya Indonesia

Saat ini biro travel umrah dan haji diharapkan tidak menerima pendaftaran.Karena saat ini Indonesia belum pasti mendapatkan jumlah kuota

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Cak Sur
Dokumentasi Amphuri
Ilustrasi jemaah umrah perdana asal Indonesia tengah menunggu giliran swab test di Mekkah beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Jatim, Echwan Siswadi berpendapat, larangan haji dan umrah kali ini bukan hanya diberlakukan kepada Indonesia saja. Namun juga sejumlah negara di penjuru dunia.

"Kecuali bagi warga setempat atau warga negara lain yang bermukim di tanah suci sebagai pekerja. Yang masuk ke bandara itu tidak boleh," ujarnya, Sabtu (15/5/2021).

Menurut Echwan, sementara larangan tersebut diterapkan sampai 18 Mei 2021. Setelah itu, mengenai aturan selanjutnya Echwan masih menunggu perkembangan situasi terbaru. Apalagi, Pemerintah Arab Saudi selalu mengabarkan progres perkembangan pengelolaan secara masif.

"Biar bagaimanapun kondisinya, pihak otoritas sana yang punya kuasa. Kita sebagai warga negara muslim di negara lain tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa intervensi," imbuhnya.

Intinya, kata Echwan, yang benar pada saat ini biro travel umrah dan haji diharapkan tidak menerima pendaftaran. Hanya memberikan penjelasan saja. Karena ketika orang sudah daftar, secara otomatis menginginkan berangkat lebih dahulu.

"Dengan kondisi seperti itu, maka travelnya kewalahan menghadapi pertanyaan dari jamaah. Kalau ada travel yang buka menerima jamaah. Itu masuk ranah pribadi. Saya pribadi tidak menerima pendaftaran selama ini," ungkapnya

"Imbauan dengan kondisi seperti ini kita ibadah di tempat masing-masing. Jangan terlalu banyak berharap bisa berangkat ibadah umrah dalam waktu dekat. Karena nanti jadi anggapan kosong," sambung Pemilik Perusahaan Travel Umrah dan Haji PT Ikhwan Berkah Sejahtera tersebut.

Begitu juga dengan haji, tuntas Echwan, yang katanya dibuka dalam waktu dekat. Echwan meminta jangan banyak terlalu berharap. Karena saat ini Indonesia belum pasti mendapatkan jumlah kuota dari Pemerintah Arab Saudi. Sehingga kalau ada penawaran dari biro travel sebaiknya lebih hati-hati.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved