Breaking News:

Ponorogo Zona Oranye Tapi Tetap Diperbolehkan Salat Idul Fitri

"Secara keseluruhan Ponorogo memang masih zona oranye tapi penentuan zona ini berdasarkan PPKM Mikro, yaitu setiap desa dan kelurahan," kata Syaikhul

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sofyan arif candra
Masjid Jami Tjokronegoro di Ponorogo Akan Menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1442 H 

SURYA.co.id | PONOROGO - Menteri Agama telah mengeluarkan surat edaran no 7 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut dituliskan Salat Idul Fitri hanya diperbolehkan pada daerah dengan zona hijau dan zona kuning.

Sedangkan daerah dengan zona oranye dan zona merah,  diimbau untuk salat Idul Fitri di rumah saja.

"Secara keseluruhan Ponorogo memang masih zona oranye tapi penentuan zona ini berdasarkan PPKM Mikro, yaitu setiap desa dan kelurahan," kata Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Syaikhul Hadi, Rabu (12/5/2021).

Kemenag Ponorogo akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo untuk mengetahui pemetaan zonasi desa/kelurahan tersebut.

Lebih lanjut, Syaikhul mengingatkan, takmir masjid yang menyelenggarakan salat Idul Fitri di zona hijau dan kuning tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Kemenag juga mengimbau agar khutbah maskimal 20 menit saja.

"Mimbar khutbah ini diharapkan juga ada pembatas transparan antara khatib dengan jemaah," lanjutnya.

Jemaah diharapkan selalu memakai masker dan langsung pulang ke rumah masing-masing begitu salat Idul Fitri selesai, tanpa berjabatan tangan.

"Untuk lokasi pelaksanaannya bisa di masjid ataupun tanah lapang dengan kuota yang dibatasi berdasarkan zona," terang Syaikhul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved