Breaking News:

Pemkab dan DPRD Trenggalek Finalisasi Anggaran Refocusing Rp 105 Miliar untuk Covid

Pemerintah dan DPRD Kabupaten Trenggalek telah menyepakati anggaran pengalihan atau refocusing Rp 105 Miliar untuk penanganan Covid-19 pada APBD 2021.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Pemerintah dan DPRD Kabupaten Trenggalek telah menyepakati anggaran pengalihan atau refocusing untuk penanganan Covid-19 pada APBD 2021.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan dewan telah menyetujui pengalihan anggaran yang diusulkan pemkab untuk penanganan pandemi.

"Sehingga sekarang pembahasannya sudah selesai. Sudah final," kata Doding, Rabu (12/4/2021)

Nilai anggaran yang disepakati untuk mengatasi pandemi di Trenggalek senilai total Rp 105 miliar.

Dana itu diambil dari berbagai sumber. Termasuk anggaran yang sebelumnya telah diplot untuk program-program satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sebagian besar anggaran didapat dari program yang dianggap tidak mendesak untuk dijalankan pada tahun ini.

Doding menjelaskan, anggaran pengalihan itu sebagian besar bakal dipakai oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk penanganan pandemi.

"Ada Rp 65 miliar untuk penanganan Covid-19 yang kewenangannya nanti ada di dinas kesehatan. Ada juga Rp 8 miliar untuk dinas-dinas lain yang juga berhubungan dengan penanganan pandemi," sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Pada tahun ini, anggaran hasil refocusing bakal banyak dipakai untuk vaksinasi. Baik sarana prasarana maupun bayaran untuk tenaga kesehatan yang menjalankan vaksinasi.

"Kegiatan vaksinasi yang melekat di dinas kesehatan totalnya Rp 55 miliar. Akan dipakai untuk vaksinasi hingga akhir tahun," ungkap Doding.

Sebagaimana diketahui, percepatan vaksinasi ini termasuk salah satu program prioritas pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Pemkab Trenggalek pun mempercepat proses pelaksanaannya sesuai dengan jatah vaksin yang didapat dari pemerintah provinsi.

"Penggunaan anggaran yang lain, misalnya, pembelian alat swab (polymerase chain reaction) di rumah sakit. Kalau yang lain, biaya kegiatan yang kecil-kecil," sambung dia. (fla)

Foto: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved