Breaking News:

Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapan Masjid Al Akbar yang Akan Gelar Salat Eid dengan 6.000 Jamaah 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya dan Wakapolda Jatim meninjau Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya dan Wakapolda Jatim melakukan peninjauan ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (12/5/2021), untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 H 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya dan Wakapolda Jatim meninjau Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (12/5/2021).

Masjid Al Akbar Surabaya akan menyelenggarakan salat Idul Fitri 1442 H, besok (13/5/2021).

Dalam kunjungan itu, Khofifah mengecek layanan mulai pintu masuk jamaah yang disediakan 45 pintu agar menghindari kerumunan, mengecek shaff salat yang sudah ditandai dengan stiker dan menerapkan physical distancing, serta memastikan bahwa mimbar khotib telah dipasangi mika untuk melengkapi protokol kesehatan. 

Masjid Nasional Al Akbar ini, besok pagi akan menyelenggarakan salat Eid dengan jumlah jamaah yang cukup besar yaitu sebanyak 6.000 orang jamaah. Jumlah itu merupakan jumlah 15 persen darj kapasitas total Masjid Nasional Al Akbar. 

Saat peninjauan, Khofifah, Wakapolda dan Pangdam V Brawijaya secara simbolis menerima ID card sebagai jamaah salat eid di Masjid Nasional Al Akbar. Sebagaimana diketahui, bahwa masjid agung di seluruh daerah di Jatim yang menyelenggarakan salar eid wajib menerapkan sistem pendaftaran jamaah. Hanya jamaah yang punya ID Card atau keplek yang bisa salat di masjid tersebut, guna memastikan kuota tak melebihi batas. 

"Saya rasa di Masjid Nasional Al Akbar ini sudah top referral lah. Sistem ini kami harapkan juga menjadi referensi bersama oleh masjid lain di Jatim yang melaksanakan salat Eid. Bahkan ada tutorialnya lengkap sekali," kata Khofifah. 

Pada setiap jamaah yang telah mendaftar dan terverifikasi akan mengikuti salat eid di Masjid Nasional Al Akbar, telah dikirimkan video tutorial salat eid. Mulai dari tips hingga adab melaksanakan salat eid. Seperti salat jamaah subuh terlebih dahulu, mendahulukan sarapan sebelum salat eid, dan juga menyarankan pukul 04.45 sudah berangkat ke masjid agar tidak terburu-buru, karena berpotensj menimbulkan kerumuman. 

"Di sini, juga ada prompter bagi khotib, ini untuk membatasi agar khutbahnya tidak lebih dari 10 menit. Karena kita ada protokol 30 menit rangkaian salat eid itu selesai. Surat yang dibaca imam pun harus surat pendek," tegasnya. 

Meski dibolehkan salat eid di masjid di tengah pandemi dengan batasan yang ketat, Khofifah mengimbau warga Jatim untuk salat di tempat terdekat. Bisa di masjid terdekat, atau di lapangan. 

Sedangkan untuj silaturahmi setelah salat eid, Khofifah secara tegas untuk tidak dilakukan oleh Warga Jatim. Termasuk unjung unjung antar tetangga dan kerabat sesusai salat eid. 

"Silaturahimnya viritual saja. Ojok (jangan) unjung-unjung. Apalagi kalau lama nggak ketemu, lalu icip lontong opor. Itu bisa menjadi potensi terjadinya penularan virus. Maka tolong lebaran kali ini silaturahiimnya virtual," Pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved